Iran Aktualita, 31 Maret 2019
-
Presiden Iran kunjungi lokasi banjir
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya: kunjungan presiden Iran ke provinsi Khozestan untuk meninjau dari dekat daerah yang dilanda banjir.
Selain itu mengenai pernyataan salah seorang otoritas keagamaan di Iran berkaitan dengan dukungan AS terhadap klaim kepemilikan Israel terhadap Golan, statemen Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi saat merespon statemen ketua kelompok kerja Iran di Deplu AS, dan Facebook menghapus ratusan akun, grup dan halaman terkait dengan Iran, dan pengembangan produksi nasional sebagai solusi atasi sanksi terhadap Iran.
Meninjau Daerah Banjir, Presiden Iran Tiba di Ahvaz
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani tiba di kota Ahvaz untuk meninjau daerah yang dilanda banjir di Provinsi Khuzestan.
Rouhani tiba di Bandara Ahvaz, Jumat (29/3/2019) dan disambut oleh gubernur Khuzestan dan para pejabat setempat.
Dia dijadwalkan mengunjungi bendungan Karkheh dan Dez dalam kunjungan satu hari untuk mengevaluasi situasi dan mengambil langkah yang diperlukan.
Presiden Iran juga dijadwalkan menghadiri pertemuan koordinasi Satgas Penanggulangan Bencana Provinsi Khuzestan.
Membuka sistem irigasi modern dan proyek penggalian adalah di antara program lain dari kunjungan Rouhani ke Provinsi Khuzestan.
Ayatullah Hamedani: Klaim Golan Milik Israel, AS di Puncak Kegilaan
Salah satu Marji Taklid Muslim Syiah Iran menyebut langkah anti kemanusiaan pemerintah Amerika Serikat yang mengakui dataran tinggi Golan sebagai milik rezim Zionis Israel, merupakan puncak kegilaan Washington.
Marja Taklid Muslim Syiah Iran, Ayatullah Hossein Noori Hamedani di kota Qom, di selatan Tehran, Selasa (26/3) malam mengecam keputusan Amerika dan menegaskan, Amerika yang tidak pernah mengakui kedaulatan negara manapun, dan dengan mendukung rezim Zionis, Washington ingin semakin menancapkan pengaruhnya di kawasan.
Ayatullah Hamedani percaya poros perlawanan kawasan kian bertambah kuat dari hari ke hari. Menurutnya, resistensi Suriah dan Palestina sekarang lebih besar ketimbang sebelumnya dalam menghadapi konspirasi berbahaya Amerika terkait Golan.
Ulama besar Iran ini menambahkan, negara-negara Muslim dan organisasi internasional tidak boleh diam menyaksikan pelanggaran ini dan harus mengecamnya.
Qassemi: Statemen Murahan Hook Bukti Anjloknya Posisi AS di Dunia
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi saat merespon statemen ketua kelompok kerja Iran di Deplu AS mengatakan, statemen murahan ini mengindikasikan pemahaman keliru dirinya atas kondisi dunia dan posisi labil Amerika di tingkat global.
Brian Hook saat diwawancarai Sky News mengulang klaim palsu petinggi Washington terhadap Iran, dengan mengatakan, pengecualian sanksi Iran bagi negara manapun tidak akan diperpanjang.
Menurut Bahram Qassemi, Brian Hook menderita penyakit kronis "menyiksa Iran", dan mengungkapkan, Hook kembali berbicara secara irasional dan mengulang kedengkiannya terhadap rakyat Iran.
"Brian Hook harus memahami bahwa di dunia saat ini, Amerika tidak lagi mampu meraih seluruh kehendak busuk dan anti kemanusiaannya. Dan era mendiktekan kehendak arogannya kepada negara lain telah usai," tegas Qassemi.
Jubir Kemenlu Iran ini menekankan, petinggi Amerika ini harus mencermati berbagai transformasi internasional dan peristiwa terbaru di dunia sehingga ia menyadari transformasi regional dan internasional bergerak ke arah yang tidak dikehendaki dirinya serta pemimpin Gedung Putih saat ini.
Qassemi mengingatkan, Hook dan pemerintah Amerika harus bertanggung jawab atas kejahatan anti kemanusiaannya dan seluruh kedengkian serta permusuhannya kepada bangsa Iran.
FB Hapus Ratusan Akun, Grup dan Halaman terkait dengan Iran
Facebook telah menghapus 513 Halaman (Page), Grup, dan Akun dengan dalih terlibat dalam "perilaku tidak otentik yang terkoordinasi" sebagai bagian dari beberapa jaringan yang terkait dengan Republik Islam Iran.
Menurut IRNA mengutip Bloomberg, Halaman, Grup dan Akun yang ditutup pada Selasa, 26 Maret 2019 itu beroperasi di Mesir, India, Indonesia, Italia, Kashmir, Kazakhstan dan juga di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Mereka ditutup karena telah memposting berita-berita tentang peristiwa terkini dan memperkuat konten dari media pemerintah Iran tentang beberapa topik tertentu. Akun dan Halaman Parstoday Indonesia dan juga akun-akun Parstoday dalam beberapa bahasa lainnya menjadi bagian dari akun yang ditutup oleh Facebook.
Tema-tema yang dimaksud adalah topik mengenai sanksi terhadap Iran, ketegangan India-Pakistan, konflik di Suriah dan Yaman, terorisme, ketegangan antara rezim Zionis Israel dan Palestina dan krisis baru-baru ini di Venezuela.
Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook Nathaniel Gleicher mengklaim bahwa meskipun orang-orang di balik kegiatan ini berusaha menyembunyikan identitas mereka, namun tinjauan kami menautkan akun-akun itu ke Iran.
Dia menambahkan, mereka meliputi 158 Halaman Facebook, 263 akun Facebook, 35 Grup Facebook , dan 57 akun Instagram. Sekitar 1,4 juta akun mengikuti satu atau lebih dari Halaman ini, sekitar 108.000 akun bergabung dengan setidaknya satu dari Grup itu dan sekitar 38.000 akun mengikuti satu atau lebih dari akun Instagram tersebut.
Gleicher menjelaskan, kami mengidentifikasi beberapa kegiatan ini melalui penyelidikan lanjutan terhadap "perilaku tidak otentik terkoordinasi" terkait Iran yang kami temukan dan hapus pada awal tahun ini. Kami, lanjutnya, juga telah berbagi informasi tentang penyelidikan kami dengan penegak hukum AS.
Dia mengklaim bahwa 15.000 dolar dikeluaran untuk iklan di Facebook yang dibayar dalam bentuk dolar Amerika, rupiah Indonesia, rupee India dan Pakistan, franc Swiss dan dolar Kanada.
Di sisi lain, Faceboop juga menghapus 1.907 Halaman, Grup, dan akun karena dianggap terlibat dalam "spam, di mana sebagian kecil dari ini terlibat dalam perilaku tidak otentik terkoordinasi" yang terhubung ke Rusia.
Mereka dihapus karena dianggap memposting konten spam, di mana sejumlah kecil konten yang diposting juga terkait dengan berita dan politik Ukraina, termasuk konflik yang berlangsung di timur Ukraina, politik lokal dan regional, Patriotisme Ukraina, masalah pengungsi,militer Ukraina, situasi di Krimea dan korupsi.
Sebelumnya, Facebook mengkonfimasi telah menghapus 2.632 Halaman, Grup, dan akun dengan dalih terlibat dalam "perilaku tidak otentik yang terkoordinasi" terhubung ke Iran, Rusia, Makedonia, dan Kosovo.
Pengembangan Produksi Nasional, Solusi atasi Sanksi
Khatib Shalat Jumat Tehran Hujjatul Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari mengatakan pengembangan produksi adalah cara terbaik untuk mengatasi sanksi ekonomi dan persoalan yang muncul akibat embargo ini.
Hal itu disampikan Haj Ali Akbari dalam khutbah Jumat kedua di Mushalla Besar Imam Khomeini di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Jumat (29/3/2019).
Dia menambahkan, kebijakan pengembangan ekonomi akan lebih mudah untuk mengatasi sanksi ekonomi yang diterapkan musuh.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pesan tahun baru yang disiarkan pada Kamis pagi, 21 Maret 2019 menamai tahun baru 1398 Hs sebagai "Tahun Perkembangan Produksi."
Rahbar menyerukan kepada pemerintah dan rakyat Republik Islam Iran untuk meningkatkan produksi negara sebagai upaya untuk memecahkan masalah ekonomi dan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing.
Terkait penamaah tahun tersebut, Haj Ali Akbari mengatakan, pemilihan slogan di setiap tahun bertujuan untuk memperkuat tekad nasional.
"Slogan tahun ini (Tahun Perkembangan Produksi) merupakan spirit dari Ekonomi Muqawama," ujarnya.
Menurutnya, perekonomian nasional dengan memacu sektor produksi, dapat menjadi alat perlawanan yang baik terhadap sanksi dan aksi konfrontatif musuh.(PH)