Rouhani: Sebut Pasdaran Teroris, AS Ingin Balas Kekalahannya
-
Presiden Iran Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani seraya menekankan bahwa Sepah Pasdaran (IRGC) telah memberangus akar teroris di kawasan mengatakan, kubu arogan dunia dan Amerika ingin membalas kekalahan dan kebenciannya terhadap bangsa Iran dengan menyematkan label teroris kepada Sepah Pasdaran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari Senin (8/4) dalam statemennya menyatakan mencantumkan Sepah Pasdaran Iran di list kelompok teroris.
Hassan Rouhani Selasa (9/4) di acara peringatan Hari Teknologi Nuklir Nasional dan pameran 114 prestasi baru ilmuwan Iran di Tehran seraya menekankan bahwa saat ini popularitas Sepah Pasdaran di hati bangsa Iran dan kawasan semakin besar menambahkan, IRGC dibenci oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel, karena pasukan ini senantiasa berdiri di samping bangsa kawasan dan pelopor besar muqawama.
Seraya menjelaskan bahwa tidak ada di dunia dan bangsa yang mampu mengklaim menjadi korban terorisme lebih besar dari bangsa Iran, Rouhani menambahkan, bangsa Iran korban terorisme yang dibentuk oleh kekuatan besar dunia dan didukung oleh mereka.
Seraya mengisyaratkan bantuan konsultasi Republik Islam Iran kepada Irak dan Suriah atas permintaan kedua negara tersebut, Rouhani mengatakan, teroris di kawasan didukung oleh Amerika dan sampai kini Washington masih menolak memerangi Daesh (ISIS) serta AS memberi perlindungan kepada pemimpin dan komandan Daesh.
Kepada pemimpin Amerika, Rouhani menyatakan, Amerika ketika mencap lembaga revolusioner dunia sebagai kelompok teroris, justru mereka sendiri merupakan pemimpin teroris.
Presiden Iran dibagian lain pidatonya seraya menekankan bahwa sanksi tidak akan mampu mencegah kemajuan bangsa Iran mengatakan, bangsa Iran meski mendapat sanksi berhasil memproduksi rudal dan senjata yang tidak mampu dipikirkan oleh pejabat Amerika.
Ia juga menjelaskan bahwa pameran prestasi nuklir Iran mengindikasikan kegagalan sanksi AS. Presiden Iran menekankan urgensitas implementasi komitmen pihak-pihak yang terlibat perundingan nuklir dengan Republik Islam. (MF)