Iran Aktualita, 13 April 2019
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69236-iran_aktualita_13_april_2019
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dengan keluarga Pasdaran, dan pernyataan Presiden Iran menyikapi keputusan AS memasukkan Pasdaran dalam daftar teroris.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 13, 2019 11:19 Asia/Jakarta
  • Rakyat Iran mendukung Sepah Pasdaran
    Rakyat Iran mendukung Sepah Pasdaran

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dengan keluarga Pasdaran, dan pernyataan Presiden Iran menyikapi keputusan AS memasukkan Pasdaran dalam daftar teroris.

Selain itu, masalah banjir dan penanganan yang dilakukan pemerintah Iran, pameran 114 prestasi nuklir Iran, dan atlet difabel Iran menjuarai pertandingan tenis meja dunia.

Pertemuan Rahbar dengan Keluarga Pasdaran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei bertemu dengan sekelompok anggota pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC) dan keluarga mereka.

Pertemuan tersebut diselenggarakan di malam kelahiran Imam Husein as, Cucu Rasulullah Saw dan menandai Hari Pasdaran, 20 Farvardin yang bertepatan dengan hari Selasa, 9 April 2019.

"Amerika Serikat merencanakan plot anti-IRGC dan Revolusi Islam, tetapi tindakan jahat seperti itu tidak akan membawa mereka ke mana-mana," kata Rahbar ketika mereaksi keputusan AS yang memasukkan Pasdaran ke dalam daftar organisasi teroris.

 

 

Ayatullah Khamenei menambahkan, sudah 40 tahun sejak musuh mulai memaksakan berbagai jenis tekanan politik dan ekonomi, dan meluncurkan kampanye propaganda yang komprehensif terhadap bangsa Iran, tetapi mereka tidak mencapai hasilnya.

Pemerintah AS pada hari Senin memasukkan nama Pasdaran dalam daftar organisasi teroris, padahal Pasdaran memainkan peran utama dalam menumpas kelompok-kelompok teroris, yang didukung oleh Amerika di kawasan.

Pasdaran atas permintaan resmi pemerintah Baghdad dan Damaskus, juga memberikan dukungan konsultatif untuk menumpas para teroris di Irak dan Suriah.

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani

Presiden Iran Sikapi Langkah Baru AS mengenai Pasdaran

Menanggapi keputusan terbaru AS, Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) atau Sepah Pasdaran sebagai pembela kebebasan di kawasan dan terdepan dalam perang meumpas terorisme.

Rouhani hari Rabu (10/4) di sela-sela sidang kabinet menambahkan, seluruh kejahatan dan langkah kriminal AS hanyak untuk memenangkan satu orang di pemilu parlemen di bumi Palestina pendudukan.

Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran secara resmi memperkenalkan pemerintah Washington sebagai sponsor terorisme dan menganggap Komando Pusat AS di Asia Barat (CENTCOM) dan afiliasi mereka sebagai kelompok teroris.

Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dalam sebuah pernyataan hari Senin, 8 April 2019 mengecam tindakan ilegal dan berbahaya AS yang mencantumkan nama Pasdaran dalam daftar organisasi teroris.

"Iran menganggap AS sebagai negara sponsor terorisme dan CENTCOM bersama seluruh afiliasinya sebagai kelompok teroris," tegas pernyataan dewan tersebut.

Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menambahkan, Pasdaran selalu terdepan dalam melawan al-Qaeda, Daesh, Front al-Nusra, dan organisasi teroris lainnya di kawasan, berbeda dengan AS dan sekutu regionalnya yang selalu mendukung kelompok teroris dan radikal di Asia Barat. Pasdaran juga senantiasa mendapat apresiasi dari rakyat dan pemerintah yang menjadi korban terorisme di kawasan.

Rakyat Iran hari Jumat (13/4) menggelar pawai akbar memprotes aksi konfrontasi dan ilegal Presiden AS Donald Trump terhadap Korps Pengawal Revolusi Islam, Sepah Pasdaran.

Di akhir pawai akbar tersebut, rakyat Iran mempertanyakan langkah AS yang menyebut Pasdaran sebagai organisasi teroris, sebab para pemimpin AS memiliki rekam jejak hitam dalam kejahatan hak asasi manusia, termasuk pembantaian warga Yaman, Nigeria, Bahrain, Palestina, Afghanistan, Suriah dan Irak.

Rakyat Iran memandang kelanjutan dukungan penuh Republik Islam terhadap negara-negara yang berada dalam cengkeraman penindasan Zionis sebagai kewajiban agama, revolusi, dan kemanusiaan.

 

Tenda untuk korban banjir

Bantuan Internasional untuk Korban Banjir Tiba di Tehran

Musibah banjir hingga kini masih melanda sejumlah wilayah di Iran. Gubernur Provinsi Khuzestan Gholamreza Shariati menginstruksikan evakuasi atas lima daerah di Ahvaz, ibukota provinsi karena risiko banjir.

Intruksi tersebut disampaikan pada hari Rabu, 10 April 2019 setelah beberapa daerah di kota Ahvaz termasuk Goldasht, Sayahi, Sadat, Salimabad dan Ein terancam bajir dan masyarakat harus segera dievakuasi.

Shariati mengatakan, wilayah Kian Shahr berstatus waspada terhadap kemungkinan banjir.

Hujan deras dan banjir besar di sebagian besar di Provinsi Khuzestan di barat daya Republik Islam Iran telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Volume air bendungan dan sungai utama telah meningkat sehingga penduduka di banyak daerah perumahan yang berdekatan dengan bendungan dan sungai harus dievakuasi.

Volume air di Sungai Karun, sungai utama Iran, telah meningkat ke tingkat yang mengkhawatirkan 3.200 meter kubik per detik.

Dilaporkan, bendungan Karkheh –bendungan multiguna besar yang dibangun di Sungai Karkheh– telah terisi air hingga tingkat maksimum kapasitasnya.

Kota Soosangerd, Bostan dan Hamidiya dan beberapa desa berisiko menghadapi luapan sungai dan curahan bendungan.

Sementara itu, bantuan untuk korban banjir di Republik Islam Iran dari Komisaris Tinggi urusan Pengungsi PBB dilaporkan tiba di Tehran.

Bantuan dari Komisaris Tinggi urusan Pengungsi PBB yang mencakup 1000 tenda dan kebutuhan lain dijadwalkan akan disalurkan kepada para korban banjir dan juga para pengungsi melalui koordinasi dengan pemerintah Iran.

Hari Rabu (10/4), Ugochi Daniels, utusan khusus PBB dilaporkan tiba di Khorramabad, barat Iran untuk meninjau dan menyelidiki kerugian akibat banjir di Provinsi Lorestan.

Hujan deras baru-baru ini dan banjir bandang di sejumlah wilayah utara, barat dan selatan Iran menimbulkan kerugian finansial dan bahkan korban di pihak warga sipil. Organisasi Kedokteran Republik Islam Iran mengumumkan korban tewas akibat bencana banjir mencapai 70 orang.

 

Iran Pamerkan 114 Prestasi Nuklir

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani di peringatan Hari Teknologi Nuklir Nasional ke 13 membuka pameran 114 proyek dan prestasi nuklir negara ini.

Tanggal 20 Farvardin yang bertepatan dengan 9 April, dinyatakan sebagai Hari Teknologi Nuklir Nasional Iran sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan upaya ilmuwan nuklir Iran serta sempurnanya siklus bahan bakar nuklir.

Dalam hal ini, Hassan Rouhani Selasa (9/4) di peringatan Hari Teknologi Nuklir Nasional ke 13 membuka secara resmi pameran tersebut melalui video telekonferensi.

Di acara ini diresmikan empat proyek, pemasangan siklus 20 mesin sentrifugal canggih IR6, pembukaan dan pemanfaatan fase pertama pusat nasional teknologi vakum Iran, pembukaan serta pemaanfaatan pusat manajemen limbah pengayaan uranium serta peluncuran dan pemanfaatan akselerator medis linier elektron MV6.

Selain itu juga dipamerkan proyek sistem penginderaan, sistem teknologi quantum, mesin sentrifugal penzonaan kontinu untuk bidang kesehatan, mesin FTIR, sebuah produk di bidang radiofarmasi dan salah satu contoh dari oksigen-18.

Seluruh prestasi tersebut dipamerkan di hadapan presiden dan sejumlah menteri, pejabat dan petinggi militer di acara peringatan ke 13 Hari Teknologi Nuklir Nasional di Tehran.

Industri nuklir Iran selama beberapa tahun terakhir mengalami banyak kemajuan dan capaian yang dipamerkan pada peringatan Hari Teknologi Nuklir Nasional setiap tahun terus bertambah.

 

Atlet Difabel Iran Juarai Pertandingan Tenis Meja Dunia

Atlet difabel Republik Islam Iran berhasil meraih posisi juara di pertandingan tenis meja dunia penyandang cacat.

Seperti dilaporkan IRIB, Amir Hossein Hosseinipour, atlet difabel Iran meraih medali emas di pertandingan tenis meja dunia penyadang cacat yang digelar di Yordania.

Hosseinipour di kelas 8 duduk berhasil mengalahkan atlet Norwegia dan lolos ke babak semi final. Di babak semi final, Hosseinipour berhasil mengalahkan rivalnya dari Thailand dan lolos ke final.

Atlet Iran ini di babak final berhasil mengalahkan rivalnya dari Nigeria dan meraih medali emas. Timnas tenis meja penyandang disabilitas Iran di pertandingan yang diikuti 16 negara berhasil meraih tiga medali emas. (PH)