Presiden Iran Minta Eropa Segera Penuhi Komitmen JCPOA
-
Presiden Iran menerima kunjungan menlu Jerman di Tehran.
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, negara-negara Eropa harus melawan terorisme ekonomi AS terhadap Iran dan memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir JCPOA.
Dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas di Tehran, Senin (10/9/2019).
"Keluarnya AS dari JCPOA tidak membawa hasil apapun selain dampak negatif pada hubungan antara negara-negara dan keamanan regional. Iran tidak akan membentur jalan buntu lewat tekanan," kata Presiden Rouhani.
Menurutnya, AS bergerak di jalur terorisme ekonomi dengan sanksi yang kejam dan Iran akan melawan pihak yang memblokir akses masyarakat ke obat-obatan dan makanan.
Rouhani lebih lanjut menegaskan, jika negara-negara Eropa yakin bahwa JCPOA membawa keuntungan bagi hubungan Iran-Uni Eropa serta stabilitas regional dan perdamaian, maka tindakan nyata untuk menyelamatkan kesepakatan harus segera diambil.
Dia mengatakan tudingan bahwa Iran berusaha memperoleh senjata nuklir adalah tidak benar, dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah memverifikasi kepatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir dalam 15 laporannya.
Sementara itu, menlu Jerman menyebut penarikan diri AS dari kesepakatan nuklir sebagai langkah yang salah.
"Jerman banyak tidak setuju dengan kebijakan AS terhadap Iran dan kami akan berusaha mempertahankan JCPOA melalui kerja sama dengan negara-negara lain Eropa khususnya Prancis dan Inggris," ujar Heiko Maas.
Mengenai pelaksanaan Instrumen untuk Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX), Maas menjelaskan Eropa sedang berusaha untuk melanjutkan dan mengembangkan hubungan ekonomi dengan Iran.
Dia juga menegaskan bahwa siapa pun yang akrab dengan sejarah Iran tahu betul bahwa strategi tekanan maksimum terhadap Tehran, tidak akan pernah berhasil. (RM)