Sanksi Obat Iran Bertentangan dengan Putusan Mahkamah Internasional
-
Iran dan sanksi obat-obatan oleh AS
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, "Amerika Serikat telah menutup pintu bagi transfer bank Iran di bidang obat-obatan dan bahan makanan."
Berbicara di Twitter pada hari Rabu, 5 Februari, Abbas Mousavi menyinggung klaim bohong Amerika bahwa bahan obat-obatan dan makanan tidak disanksi menulis, "Amerika Serikat telah secara resmi mendukung peluncuran saluran yang disebut kemanusiaan untuk memasok obat-obatan dan mengklaim bahwa tidak ada sanksi pada obat-obatan dan makanan adalah tidak masuk akal dan bertentangan dengan putusan Mahkamah Internasional."
Pada 3 Oktober 2018, Mahkamah Internasional memutuskan untuk mencabut sanksi obat-obatan, makanan, kemanusiaan dan udara AS terhadap Iran dengan mengumumkan berhak untuk mengadili pengaduan Iran terhadap Amerika Serikat karena melanggar Perjanjian 1955 tentang Hubungan Ekonomi dan Hak Konsuler antara kedua negara.
Meskipun Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan putusan, pasokan obat-obatan, alat-alat medis dan makanan ke Iran masih dilarang. Pasien kanker dan mengidap penyakit yang sulit diobati di Iran menghadapi masalah karena boikot obat-obatan dan peralatan medis dan tindakan Amerika mengabaikan hak-hak dasar rakyat Iran bertentangan dengan prinsip dasar kemanusiaan dan bertentangan dengan keputusan Mahkamah Internasional.
Dalam hal ini, Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran Pada upacara Penghargaan Buku Dunia ke-7 Republik Islam Iran hari Rabu sore, 5 Februari, mengatakan bahwa sanksi AS adalah tindakan ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional. Rouhani mengatakan, "Sanksi bangsa Iran oleh Amerika adalah langkah teroris."
Dalam keadaan seperti itu, peluncuran saluran kemanusiaan Swiss untuk masuknya obat-obatan ke Iran lebih bersifat propaganda. Karena, menurut komponen hak asasi manusia, mekanisme sebagai saluran kemanusiaan tidak disetujui dan masuknya obat-obatan dan bahan makanan pada dasarnya tidak boleh dikenai sanksi.
Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap negara Iran pada 8 Mei 2018, termasuk sanksi obat-obatan dan bahan makanan. Trump kemudian berbicara atas nama orang-orang Iran di sejumlah tweet tentang kelaparan bangsa Iran dan bahkan menyebut bangsa yang memiliki budaya dan sejarah Iran sebagai seorang teroris.
Penggunaan kata kelaparan oleh pemerintah AS untuk negara Iran telah mengungkapkan kepada dunia betapa tingginya permusuhan mereka terhadap bangsa Iran yang tangguh, sebuah negara yang terlepas dari semua kesulitannya tidak pernya menyerah kepada Amerika Serikat dan sekarang dengan bangga merayakan hari jadinya yang ke-41 kemenangan Revolusi Islam.
Sikap bangsa Iran yang tidak menyerah kepada Amerika Serikat adalah terjemahan dari slogan revolusioner "Kita Bisa", dan hari ini adalah slogan fundamentalis dan jihad di semua bidang, termasuk industri obat-obatan dan makanan.
Iran menggunakan kapasitas produksi dalam negeri dan kapasitasnya untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan dan peralatan medisnya meskipun ada sanksi AS yang ilegal dan kejam. Dengan upaya ilmiah dari para peneliti Iran dan perusahaan berbasis pengetahuan, lebih dari 97 persen kebutuhan obat Iran kini diproduksi di dalam negeri.