Iran dan Model Hubungan Baru
https://parstoday.ir/id/news/iran-i8011-iran_dan_model_hubungan_baru
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye di Tehran, mengatakan Iran memiliki pandangan positif terhadap peningkatan kerjasama dengan negara-negara Asia, dan menganggap hubungan yang berkelanjutan antara Tehran dan Seoul akan menguntungkan kedua pihak.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 03, 2016 13:22 Asia/Jakarta
  • Iran dan Model Hubungan Baru

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye di Tehran, mengatakan Iran memiliki pandangan positif terhadap peningkatan kerjasama dengan negara-negara Asia, dan menganggap hubungan yang berkelanjutan antara Tehran dan Seoul akan menguntungkan kedua pihak.

Menurut Ayatullah Sayid Ali Khamenei, kesepahaman dan kontrak kerjasama antara Iran dan Korsel harus ditandatangani sedemikian rupa sehingga tidak akan terpengaruh sanksi, karena tidak etis jika hubungan antar-negara seperti Iran dan Korsel dipengaruhi oleh kemauan Amerika Serikat.

Bukan tanpa alasan jika Ayatullah Khamenei menyinggung persoalan itu, sebab Iran sudah sering menyaksikan negara-negara yang terpengaruh oleh dikte AS dalam membangun hubungannya dengan pihak lain, termasuk negara-negara Eropa dalam berhubungan dengan Iran.

Hubungan Iran dengan negara lain memiliki landasan dua arah dan Tehran berharap – sebagaimana dirinya berkomitmen terhadap kesepakatannya dengan negara lain – komitmen ini tidak dilanggar oleh pihak lain. Saat ini kesempatan telah terbuka menyusul pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan Iran mengharapkan hal tersebut dalam hubungannya dengan negara lain.

Sejalan dengan itu, kerjasama kedua pihak dapat ditingkatkan dari sekedar hubungan bilateral. Wilayah Timur Tengah sekarang sedang menghadapi berbagai ancaman dan kemelut. Jika ancaman itu tidak ditangani dengan tepat, maka masalah yang lebih kompleks akan muncul dan tentu tidak lagi mudah untuk mengatasinya, dan tidak ada negara yang aman dari bahaya tersebut.

Dalam hal ini, Ayatullah Khamenei menyinggung pembagian terorisme dalam dua kategori baik dan buruk oleh AS, dan mengatakan AS mengeluarkan slogan perang anti-terorisme, tapi pada praktiknya bertindak tidak jujur, padahal terorisme, apapun bentuknya adalah buruk dan berbahaya bagi bangsa-bangsa dan keamanan negara-negara. Karena tanpa adanya keamanan, kemajuan yang diinginkan tidak akan tercapai.

Dengan memperhatikan penekanan Rahbar terkait pola hubungan dua arah, kunjungan Presiden Korsel ke Tehran dapat menjadi titik balik dalam hubungan kedua negara di semua bidang. Tapi juga perlu diingat bahwa prioritas Iran sekarang dalam kerjasama ekonomi, bukan hanya urusan perdagangan dan bisnis, tapi mencapai sebuah titik di mana juga memperhatikan kebutuhan-kebutuhan Iran.

Republik Islam sedang menyusun program jangka panjang di sektor infrastruktur dan ekonomi secara umum. Jadi, salah satu kewajiban dasar dalam kerjasama bilateral adalah mengesampingkan pengaruh dan dikte pihak lain.

Korsel selama era sanksi telah mempertahankan kehadirannya di Iran, namun sekarang terbuka lembaran baru di mana langkah-langkah harus diambil sesuai dengan kondisi baru dan melaksanakan kesepakatan dengan baik. Sikap ini akan membawa pengaruh besar bagi hubungan kedua negara di masa mendatang khususnya di sektor ekonomi.

Terlebih Park Geun-hye optimis tentang perluasan hubungan ekonomi Iran dengan negaranya. Ia juga menyampaikan kesiapan Korsel untuk meningkatkan kerjasama dengan Iran di berbagai bidang.

Menurutnya, Iran memiliki kapasitas sumber daya manusia yang baik dan berpengaruh serta posisi geografis yang istimewa. (RM)