Baghaei: Hubungan Iran-Oman Istimewa dan Menjadi Teladan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188980-baghaei_hubungan_iran_oman_istimewa_dan_menjadi_teladan
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyebut hubungan Tehran-Muscat sebagai bukti jelas keseriusan Iran dalam membangun hubungan yang penuh hormat dan didasari rasa saling menghormati dengan tetangga selatannya.
(last modified 2026-04-26T09:13:38+00:00 )
Apr 26, 2026 16:11 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemenlu Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemenlu Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyebut hubungan Tehran-Muscat sebagai bukti jelas keseriusan Iran dalam membangun hubungan yang penuh hormat dan didasari rasa saling menghormati dengan tetangga selatannya.

Melaporkan dari Pars Today, Minggu, 26 April 2026, Esmaeil Baghaei menulis di akun media sosialnya tentang kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi ke Oman, "Kami melakukan kunjungan resmi ke Oman, ke Muscat. Ini adalah kunjungan pertama menteri luar negeri Iran ke kawasan setelah agresi militer AS dan Israel terhadap Iran yang mempengaruhi seluruh kawasan."

"Iran sangat mementingkan hubungannya dengan negara-negara Teluk Persia," tambahnya. "Iran menekankan penguatan saling percaya dan kerja sama konstruktif dengan negara-negara ini."

Baghaei menegaskan bahwa hubungan Iran-Oman adalah bukti jelas keseriusan Iran dalam menjalin hubungan yang terhormat dan didasari rasa saling menghormati dengan tetangga selatannya.

Menteri Luar Negeri Iran tiba di Muscat, Sabtu malam, memimpin delegasi diplomatik. Araghchi dijadwalkan bertemu dengan pejabat tinggi Oman untuk membahas hubungan bilateral dan perkembangan regional.

Di tengah ketegangan dengan negara-negara Teluk lainnya akibat agresi AS-Zionis, Iran memilih Oman sebagai pintu diplomasi. Bukan kebetulan: Oman selama ini dikenal sebagai mediator yang relatif netral dan punya hubungan baik dengan kedua pihak yang bertikai.

Kunjungan pertama Araghchi ke kawasan setelah perang terjadi di Muscat, ini sinyal bahwa Iran masih percaya pada diplomasi, setidaknya dengan tetangga yang tidak ikut-ikutan memusuhi.(sl)