Versi Baru Hizbullah: Lebih Sulit Terlihat, Lebih Mematikan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i191264-versi_baru_hizbullah_lebih_sulit_terlihat_lebih_mematikan
Pars Today - Meningkatnya laporan tentang penyergapan, serangan drone, dan operasi-operasi presisi Hizbullah terhadap Israel telah membuat pertanyaan ini semakin serius: Apakah Hizbullah berubah setelah perang 66 hari tahun 2024? Bukti-bukti di lapangan menunjukkan bahwa gerakan ini tidak hanya pulih, tetapi juga telah membuat doktrin perangnya lebih cerdas.
(last modified 2026-06-10T13:41:28+00:00 )
Jun 10, 2026 20:40 Asia/Jakarta
  • Pasukan Hizbullah
    Pasukan Hizbullah

Pars Today - Meningkatnya laporan tentang penyergapan, serangan drone, dan operasi-operasi presisi Hizbullah terhadap Israel telah membuat pertanyaan ini semakin serius: Apakah Hizbullah berubah setelah perang 66 hari tahun 2024? Bukti-bukti di lapangan menunjukkan bahwa gerakan ini tidak hanya pulih, tetapi juga telah membuat doktrin perangnya lebih cerdas.

Hampir tidak ada hari berlalu tanpa kabar tentang penyergapan, serangan presisi, atau pukulan-pukulan sukses Hizbullah terhadap pasukan dan peralatan Israel. Melansir ISNA, 10 Juni 2026, mulai dari operasi-operasi terbatas dan terarah hingga penggunaan drone kecil dan drone FPV, semuanya menunjukkan bahwa Hizbullah saat ini memiliki perbedaan serius dengan versi sebelumnya.

Poin penting tentang Hizbullah adalah bahwa gerakan ini bukan sekadar kekuatan yang bertempur di medan perang. Ia adalah organisasi yang belajar dari pengalaman perang, mengidentifikasi kelemahan-kelemahannya, lalu menyesuaikan strukturnya dengan kondisi baru.

Perang 66 hari tahun 2024 dan terbunuhnya sejumlah komandan senior memang berdampak besar bagi Hizbullah. Namun pada saat yang sama, peristiwa itu menjadi periode evaluasi ulang dalam hal komando, komunikasi, dan taktik tempur.

Salah satu kelemahan utama Hizbullah dalam perang tersebut adalah kerentanan rantai komunikasi dan lambatnya koordinasi antara pusat komando dan pasukan di lapangan. Namun dalam pertempuran-pertempuran terbaru di Lebanon selatan, tanda-tanda menunjukkan perubahan yang serius. Operasi-operasi berlangsung secara simultan di beberapa poros, unit-unit tidak mengalami penghentian yang berkepanjangan, dan rantai komando tidak runtuh bahkan di bawah tekanan serangan berat.

Kecerdikan Hizbullah justru terlihat pada titik inilah. Alih-alih mengerahkan pasukan dalam jumlah besar di garis depan dan menjadikan mereka sasaran empuk, gerakan ini beralih ke model yang lebih lincah: pasukan kecil, khusus, berbiaya rendah, dan lebih sulit dilacak. Dalam model ini, drone, rudal, unit-unit anti-tank, dan terutama drone FPV memainkan peran sentral.

Perubahan ini berarti peralihan dari logika "jumlah lebih banyak" ke logika "hantaman lebih presisi, korban lebih sedikit, dan kemampuan bertahan lebih tinggi". Rotasi pasukan yang teratur, transfer persenjataan ke garis depan, kontrol tembakan, dan penyebaran gambar-gambar dari medan perang menunjukkan bahwa Hizbullah tidak bekerja dengan struktur yang asal-asalan, melainkan mengelola perang dengan perencanaan tahap demi tahap.

Yang terpenting, definisi "kemenangan" bagi Hizbullah telah berubah. Gerakan ini tidak lagi menganggap mempertahankan setiap inci tanah dengan harga berapa pun sebagai tolok ukur keberhasilan. Tujuan utamanya sekarang adalah mencegah penguatan posisi Israel dan memaksanya menanggung biaya (kerugian) secara terus-menerus.

Sederhananya, Hizbullah telah mengubah medan Lebanon selatan menjadi perang gerilya/keausan (war of attrition). Sebuah perang di mana kecerdasan operasional, kesabaran, keluwesan, dan kemampuan belajar lebih penting daripada pamer kekuatan pasukan dalam jumlah besar. Kemampuan untuk bertahan, membenahi diri, dan kembali dengan versi yang lebih berbahaya inilah salah satu komponen terpenting dari kekuatan Hizbullah yang baru.(Sail)