Seruan Iran untuk Mewujudkan Keamanan Teluk Persia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i83075-seruan_iran_untuk_mewujudkan_keamanan_teluk_persia
Komandan Angkatan Udara Militer Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengatakan pasukan militer Iran dengan kesiapan tempur yang tinggi, tidak akan membiarkan musuh menginvasi negara ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 11, 2020 05:57 Asia/Jakarta

Komandan Angkatan Udara Militer Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengatakan pasukan militer Iran dengan kesiapan tempur yang tinggi, tidak akan membiarkan musuh menginvasi negara ini.

“Negara-negara arogan sudah memusuhi Revolusi Islam selama 40 tahun,” ujarnya dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (10/7/2020).

Berbicara tentang situasi keamanan di Teluk Persia, Brigjen Nasirzadeh menekankan pasukan militer Iran sebagai pelindung keamanan negara dan penjaga perdamaian regional, hadir di kawasan dengan kekuatan dan kewaspadaan.

Republik Islam Iran percaya bahwa keamanan di wilayah yang sensitif ini hanya akan tercipta melalui kerja sama dan partisipasi kolektif negara-negara tetangga.

Dalam hal ini, Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada September 2019, memperkenalkan prakarsa Perdamaian Hormuz untuk memperkuat keamanan dan stabilitas regional. Usulan ini menunjukkan bahwa Iran ingin stabilitas dan keamanan di Teluk Persia diwujudkan oleh negara-negara regional sendiri.

Kondisi khusus geopolitik di wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz sedemikian rupa sehingga satu-satunya opsi yang aman untuk menciptakan keamanan di wilayah ini adalah partisipasi negara-negara tetangga di Teluk Persia.

Amerika Serikat mengejar tiga tujuan utama dengan mengerahkan pasukan dan memicu ketegangan di Teluk Persia. Pertama, Washington ingin meraup keuntungan politik dan ekonomi dengan mengesankan tidak adanya keamanan di kawasan.

Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh.

Seorang analis Tunisia, Lutfi al-‘Abidi menuturkan, AS meraup banyak keuntungan dengan mengangkat isu Iranophobia. Dengan memicu ketegangan di Teluk Persia, AS membuka jalan bagi kontrak penjualan senjata dan mendorong normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel demi memajukan prakarsa Kesepakatan Abad.

Kedua, AS melakukan internasionalisasi isu keamanan di Teluk Persia dengan membentuk koalisi militer yang berfokus pada Iran.

Dalam hal ini, AS sedang menyiapkan kondisi psikologis negara-negara regional untuk menegakkan undang-undang baru internasional di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Oman, sehingga mereka dapat mempertahankan kehadiran jangka panjangnya di kawasan.

AS dengan membentuk koalisi militer di Selat Hormuz, berusaha membenturkan Iran pada sebuah koalisi militer global di kawasan.

Ketiga, kehadiran militer AS di Teluk Persia bertujuan untuk menciptakan tantangan keamanan di sekitar perbatasan Iran dan secara bersamaan membatasi kekuatan pertahanan Republik Islam dengan cara memperlemah kemampuan rudalnya.

Dengan mengesankan Iran sebagai ancaman, AS berusaha menampilkan dirinya sebagai penjaga keamanan Teluk Persia dan Selat Hormuz, padahal tujuan utama mereka adalah merusak stabilitas di wilayah Teluk Persia.

Pernyataan Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh memiliki sebuah pesan yang jelas bahwa pasukan militer Iran akan memberikan pukulan yang tegas terhadap setiap petualangan atau tindakan provokatif di kawasan, dan kekuatan agresor termasuk AS harus siap menanggung akibatnya. (RM)