AS Provokasi Iran di Teluk Persia
Wakil ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Shahriar Heydari menyebut gerakan militer AS di Teluk Persia sejalan dengan tujuan politiknya demi memprovokasi Iran.
Shahriar Heydari dalam wawancara eksklusif dengan Iran Press hari Kamis (31/12/2020) menanggapi gerakan AS yang mencurigakan di kawasan Teluk Persia dan Irak dengan mengatakan bahwa sepak terjang AS tersebut menunjukkan kondisi psikologis pejabat AS yang sedang marah.
"Ini adalah akhir dari pemerintahan Trump yang tidak bersedia untuk menyerahkan kekuasaan kepada Biden dan mencoba melakukan transfer ini dalam perang, yang merupakan langkah berbahaya bagi Amerika Serikat," ujar Heydari.
"Tujuan Trump supaya perang meletus dalam bentuk apapun yang akan membenarkan dirinya tetap berkuasa, tetapi struktur global, regional, dan politik di Amerika Serikat tidak mengizinkan Trump melakukannya," tegasnya.
ia menilai kehadiran militer AS di kawasan sebagai propaganda dan penyulut perang psikologis, tapi bukan menginginkan perang.
"Ini bukan pertama kalinya Amerika Serikat membawa pesawat tempur B-52 atau armada angkatan lautnya ke kawasan itu, dan sayangnya Amerika Serikat memanfaatkan kelemahan negara-negara Arab di Teluk Persia," papar Heydari.
Wakil ketua komiis keamanan nasional parlemen Iran menekankan bahwa Republik Islam Iran adalah kekuatan militer di kawasan dan tidak takut dengan aksi militer AS di kawasan. dan Washington tidak berani terlibat dalam konflik militer langsung dengan Republik Islam Iran.(PH)