Iran Aktualita, 22 Mei 2021
https://parstoday.ir/id/news/iran-i97566-iran_aktualita_22_mei_2021
Perkembangan di Republik Islam Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting seperti ucapan selamat Rahbar atas kemenangan kelompok perlawanan Palestina dalam perang 12 hari melawan rezim Zionis Israel.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 22, 2021 10:43 Asia/Jakarta
  • Rahbar dan Pembebasan Gaza
    Rahbar dan Pembebasan Gaza

Perkembangan di Republik Islam Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting seperti ucapan selamat Rahbar atas kemenangan kelompok perlawanan Palestina dalam perang 12 hari melawan rezim Zionis Israel.

Selain itu, masih ada isu lainnya seperti dukungan Iran atas perjuangan rakyat Palestina melawan Israel, Surat Baru Pemimpin Hamas untuk Rahbar Iran, Bulan Sabit Merah Iran akan Kirim Bantuan Medis ke Gaza, Komandan Korps Elite Iran: Tidak Ada Tempat Aman bagi Zionis! Komandan Pasukan Quds IRGC: Al Quds Pasti Menang ! Bela Kejahatan Rezim Zionis, Iran Kecam Sikap Munafik Barat, Ini Dia Drone Super Berat Iran, "Gaza," Mampu Bawa 13 Bom..

Rahbar: Kejahatan Berlanjut atau Gencatan Senjata, Israel Tetap Kalah

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Jumat (21/5/2021) malam mengucapkan selamat atas kemenangan kelompok perlawanan Palestina dalam perang 12 hari melawan rezim Zionis Israel.

Dalam pesannya Rahbar mengatakan, "Salam kepada Palestina yang gagah berani dan tertindas, salam kepada para pemuda Palestina pemberani, salam kepada Gaza pemenang dan pejuang, salam kepada Hamas, Jihad Islam dan seluruh kelompok perlawanan dan politik Palestina."

Rahbar, Ayatullah Khamenei

Ayatullah Khamenei menuturkan, "Saya bersyukur kepada Allah Swt, Tuhan yang Maha Perkasa karena telah memberikan bantuan dan kemuliaan kepada para pejuang Palestina, karena telah menganugerahkan ketenangan dan ketabahan pada hati-hati terluka keluarga syuhada, dan karena telah melimpahkan rahmat dan kabar gembira kepada para syuhada. Saya memohon kepada Allah Swt untuk memberikan kesembuhan total bagi para korban luka, dan mengucapkan selamat atas kemenangan mengadapi rezim penjahat Zionis."

"Ujian beberapa hari ini telah membuat rakyat Palestina terhormat. Musuh bengis dan tak ubahnya seperti serigala telah memperkirakan dengan benar bahwa mereka lemah di hadapan kebangkitan kolektif Palestina. Ujian kerja sama Al Quds, Tepi Barat, Gaza, wilayah pendudukan tahun 1948, dan kamp pengungsian, telah menunjukkan solusi masa depan rakyat Palestina," imbuhnya.

Rahbar melanjutkan, "Dalam 12 hari ini, rezim keji (Israel) telah melakukan kejahatan terutama di Gaza, dan secara praktis membuktikan telah melakukan tindakan-tindakan yang sedemikian  memalukan dan gila, akibat kelemahannya di hadapan kebangkitan kolektif Palestina, sehingga seluruh dunia bangkit menentangnya, dan negara-negara Barat pendukung mereka, terutama Amerika Serikat penjahat, semakin dibenci dari sebelumnya. Berlanjutnya kejahatan ataupun gencatan senjata, keduanya adalah kekalahan dia (Israel). Ia (Israel) terpaksa harus menerima kekalahan."

Menurut Ayatullah Khamenei, rezim bengis Israel bahkan akan lebih lemah dari ini. Kesiapan para pemuda Palestina, dan unjuk kekuatan seluruh kelompok perlawanan serta kekuatan yang terus bertambah, membuat Palestina semakin kuat dan musuh akan semakin lemah dan semakin terhina.

Rahbar menegaskan, "Dimulainya dan diakhirinya perang bergantung pada penilaian para pembesar kelompok perlawanan dan politik Palestina, namun persiapan dan kehadiran kukuh di medan tempur, tidak bisa diliburkan. Pengalaman Sheikh Jarrah dalam melawan arogansi rezim Israel dan para pemukim Zionis harus selalu menjadi formula rakyat pemberani Palestina. Salam untuk para kesatria Sheikh Jarrah."

"Seluruh Dunia Islam bertanggung jawab dan memikul tugas agama atas masalah Palestina. Rasionalitas politik dan pengalaman pemerintahan mengonfirmasi hukum agama ini dan menegaskannya. Pemerintahan negara-negara Muslim harus terjun mendukung bangsa Palestina secara jujur, baik dengan memperkuat militer, dan finansial, yang hari ini lebih dibutuhkan dari sebelumnya, atau rekonstruksi infrastruktur dan kerusakan di Gaza," paparnya.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Keinginan bangsa-bangsa dunia adalah mendukung tuntutan agama dan politik ini. Bangsa-bangsa Muslim harus menuntut pelaksanaan tanggung jawab ini dari pemerintahan negara-negara mereka, bangsa-bangsa Muslim sendiri sesuai kemampuannya bertanggung jawab memberikan dukungan dana dan politik."

Rahbar menerangkan, "Tanggung jawab penting lain adalah hukuman bagi pemerintahan teroris dan haus darah Zionis. Hati nurani yang sadar akan membenarkan hal ini bahwa kejahatan luas pembantaian terhadap anak-anak dan perempuan Paletina dalam 12 hari terakhir, tidak boleh dibiarkan begitu saja tanpa hukuman. Seluruh pejabat penting rezim Israel dan pribadi Benjamin Netanyahu penjahat, harus diseret ke pengadilan internasional yang independen, dan dihukum, hal ini akan terwujud berkat bantuan Ilahi, 'Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya'."

Bela Kejahatan Rezim Zionis, Iran Kecam Sikap Munafik Barat

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menekankan hak rakyat Palestina untuk membela diri dari penindasan rezim apartheid Israel, dan mengatakan perampasan daerah Arab lainnya di sekitar Masjid al-Aqsa telah membuktikan kesia-siaan normalisasi hubungan oleh beberapa negara Arab.

Pernyataan Zarif ini dibacakan oleh Wakil Tetap Iran untuk PBB, Majid Takht-Ravanchi pada pertemuan Majelis Umum PBB untuk membahas agresi Israel di Jalur Gaza, Kamis (20/5/2021), seperti dilansir IRNA.

Mohammad Javad Zarif

“Rezim Zionis menyangkal hak untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina berdasarkan kebijakan diskriminatif dan rasis apartheid sebagai ‘sebuah negara Yahudi,” kata Zarif dalam pesan tersebut.

Selain itu, lanjutnya, rezim Zionis melakukan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mempercepat Yudaiisasi al-Quds al-Sharif dan mengubah komposisi demografinya dengan mengusir warga Kristen dan Muslim Palestina dari kota suci ini.

“Dalam seminggu terakhir, pasukan Israel telah mengebom Jalur Gaza, sebuah penjara terbuka terbesar di dunia, serta membantai ratusan orang Palestina dan melukai ribuan warga sipil melalui perang yang tidak seimbang dengan senjata yang paling canggih dan secara brutal,” tegas menlu Iran.

Dia menjelaskan serangan militer Zionis ke Gaza telah menghancurkan ribuan rumah, gedung tempat tinggal dan kegiatan bisnis, termasuk tempat tinggal wartawan, serta merusak infrastruktur sipil penting lainnya dalam sebuah pelanggaran nyata dan sistematis terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.

“Meskipun telah terjadi pengusiran masif, pendudukan dan penindasan terhadap rakyat Palestina oleh rezim Israel, Dewan Keamanan PBB terus dihalangi oleh Amerika Serikat untuk melaksanakan tugasnya berdasarkan Piagam PBB dan tanggung jawabnya untuk mencegah pelanggaran resolusi-resolusi PBB,” ungkap Zarif.

Menlu Iran menandaskan bahwa pendekatan tidak bermoral oleh beberapa pemerintah Barat yang menyamakan korban dengan penjahat adalah tercela, tidak adil, dan tidak dapat diterima.

“Sikap ini bukan hanya memperlihatkan kemunafikan dan kurangnya moralitas, tetapi juga menjadikan mereka terlibat dalam kejahatan terhadap rakyat Palestina,” tambahnya.

Pejabat tinggi Iran ini menekankan bahwa satu-satunya jalan untuk perdamaian di Palestina adalah mengadakan referendum di antara semua orang Palestina; Yahudi, Kristen dan Muslim, termasuk pengungsi Palestina.

“Iran menegaskan kembali dukungan kuat dan solidaritasnya kepada cita-cita Palestina serta komitmennya untuk terus mendukung rakyat Palestina dalam mengejar hak yang melekat dan aspirasi nasional yang sah, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri, kebebasan dan kemerdekaan di Palestina dengan ibu kota al-Quds al-Sharif,” pungkasnya.

Ini Surat Baru Pemimpin Hamas untuk Rahbar Iran

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas dalam surat keduanya untuk Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menjelaskan detail kejahatan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina, dan mendesak Dunia Islam serta masyarakat internasional untuk bergerak cepat menghentikan kejahatan tersebut.

Ismail Haniyeh, Selasa (18/5/2021) dalam surat terbarunya untuk Ayatullah Sayid Ali Khamenei membeberkan kejahatan mengerikan Israel terhadap Al Quds, wilayah Sheikh Jarrah, Masjid Al Aqsa, Gaza dan wilayah pendudukan tahun 1948.

Haniyeh menuturkan, “Mengingat agresi dan kejahatan Israel terhadap bangsa serta tempat-tempat suci di Palestina terus meningkat, kami melakukan kontak dengan banyak pihak, dan kami meminta kepada mereka untuk mencegah berlanjutnya kejahatan musuh, kami memperingatkan, kejahatan ini pasti tidak akan dibiarkan oleh rakyat dan kelompok perlawanan Palestina.”

Ia menambahkan, sikap pejabat tinggi rezim Zionis yang bersikeras untuk melanjutkan agresinya terhadap rakyat, tanah air dan tempat-tempat suci di Palestina, harus dibalas tegas dengan perlawanan di Jalur Gaza.

Menurutnya hari ini musuh menggunakan senjata-senjata terlarang paling mematikan untuk menyerang penduduk Gaza siang-malam dengan cara paling keji, pada saat yang sama Israel juga melakukan kejahatan paling sadis terhadap demonstran Palestina di Al Quds, Tepi Barat, dan wilayah pendudukan tahun 1948.

“Di hadapan kejahatan yang terus dilakukan ini kami mendesak sikap bersama Dunia Islam, bangsa Arab dan masyarakat internasional untuk melakukan tindakan segera dan tegas guna memaksa Zionis menghentikan kejahatannya terhadap rakyat Gaza yang diblokade, menghentikan segala bentuk agresi terhadap warga Al Quds, dan tempat suci di dalamnya, serta mengakhiri pelecehan terhadap Masjid Al Aqsa dan warga Palestina yang beribadah di sana,” pungkas Haniyeh.

Komandan Pasukan Quds IRGC: Al Quds Pasti Menang !

Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC menyebut Komandan Brigade Ezzedine Al Qassam, sayap militer Hamas sebagai "syahid yang hidup".

q

Brigjen Esmail Qaani

Brigadir Jenderal Esmail Qaani, Kamis (20/5/2021) dalam suratnya untuk Mohammed Deif, Komandan Brigade Al Qassam mengatakan fase baru dalam perlawanan terhadap musuh sudah dimulai.

Brigjen Qaani dalam suratnya menulis, "Wahai Syahid yang hidup, yang menghabiskan umurnya di medan jihad dan meyakini kemenangan, saya menganggap Anda sebagai seorang komandan pemberani dan selalu berkorban. Kepada seluruh komandan dan pejuang kelompok perlawanan Palestina, mewakili Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, saya berjanji Al Quds akan menang, dan Anda telah teguh memegang janji setia, membuat musuh takut, dan memaksa mereka merasakan kekalahan dan kehinaan."

Komandan Korps Elite Iran: Tidak Ada Tempat Aman bagi Zionis!

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC/Pasdaran), menyampaikan orasi di tengah massa yang berkumpul di Bundaran Imam Husein ra di kota Tehran untuk mendukung rakyat Palestina, Rabu (19/5/2021) sore.

“Saya sampaikan salam dan memohon rahmat Ilahi kepada para syuhada Pertahanan Suci, syuhada perlawanan Palestina dan secara khusus tokoh utama perlawanan Syahid Qassem Soleimani, serta semua orang-orang tertindas, tetapi tetap tangguh dan berani, Palestina,” kata Brigadir Jenderal Hossein Salami mengawali orasinya seperti dilansir laman Farsnews.

“Di Iran dari Bundaran Imam Husein, dari jantung Iran, saya sampaikan kepada kalian rakyat Palestina bahwa hati kami ada bersama kalian dan hari ini kita semua adalah Palestina. Kami mengangkat tangan kami untuk kemenangan kalian,” tandasnya.

“Kami bersama kalian ketika rudal-rudal Qassem menghantam jantung rezim Zionis, dan ini adalah janji yang abadi,” kata Brigjen Salami.

Rezim Zionis, lanjutnya, menganggap dirinya telah aman dari ancaman dan menjadi kebal, sebagai hasilnya Palestina sudah tidak dianggap lagi dan mengira dapat menjadikan Palestina sebagai basis rezim Zionis.

“Mereka melakukan campur tangan di negara-negara selama dua tahun dan menciptakan masalah bagi industri nuklir kita. Mereka berpikir sistem keamanan nasional rezim Zionis tidak akan bobol, tetapi tiba-tiba situasi berubah, kapal-kapal mereka diserang, peristiwa ini terjadi tiga bulan lalu,” jelasnya.

Komandan IRGC Iran menambahkan, setelah terjadi sabotase di (reaktor nuklir) Natanz, pabrik rudal mereka hancur dan kilang minyak Haifa meledak, dan kompleks pertahanan terbesar yang disebut Rafael terbakar, dan keamanan rezim Zionis mengalami kegagalan tanpa akhir.

“Ribuan roket diluncurkan ke Tel Aviv untuk pertama kalinya dalam 60 tahun. Lebih dari dua pertiga kota-kota Israel diserang oleh roket Palestina dari Gaza dan tidak ada tempat yang aman bagi orang-orang Zionis. Semua sistem pertahanan anti-rudal Israel gagal mencegat ribuan roket Palestina,” pungkas Brigjen Salami.

Bulan Sabit Merah Iran akan Kirim Bantuan Medis ke Gaza

Sekjen Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran, mengatakan sejak awal pecahnya krisis baru di wilayah pendudukan Palestina dan Gaza, kami telah memulai kegiatan untuk membela warga sipil.

Kondisi Jalur Gaza

Mohammad Hassan Ghosian pada Selasa (18/5/2021), menuturkan dalam pertemuan dengan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) yang dihadiri oleh komunitas dari berbagai negara, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina telah mengajukan bantuan internasional.

“Badan-badan nasional di seluruh dunia saling berinteraksi dan ketika satu anggota menghadapi bencana alam atau terkena dampak dari konflik nasional dan internasional, maka anggota lain akan membantu sebatas kemampuan mereka,” jelasnya.

Hassan Ghosian menambahkan, karena situasi saat ini di Gaza, di mana sejumlah besar orang terluka akibat serangan militer Israel, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina telah mengajukan bantuan terutama obat-obatan darurat, peralatan medis, dan mobil ambulans.

“Dalam pertemuan pagi ini, Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran memutuskan untuk mengirim bantuannya ke Gaza,” tegasnya.

Ini Dia Drone Super Berat Iran, "Gaza," Mampu Bawa 13 Bom

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meresmikan tiga pencapaian penting di bidang drone dan pertahanan.

Acara peresmian dilakukan di Tehran pada Jumat (21/5/2021) dan dihadiri oleh Komandan IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami dan Komandan Angkatan Dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.

Drone "Gaza"

Menurut laporan IRIB, salah satu yang diresmikan adalah drone super berat dan berbadan lebar "Gaza." Drone ini dirancang untuk berbagai misi di bidang pengawasan, pertempuran, dan pengintaian dengan durasi terbang dapat mencapai 35 jam.

Untuk misi tempur, drone super berat ini mampu membawa 13 bom hingga radius operasional 2.000 kilometer serta membawa 500 kilogram berbagai perangkat pengumpul informasi dan sinyal.

Dengan bergabungnya drone ini ke dalam Angkatan Dirgantara IRGC, maka kemampuan intelijen dan operasi pasukan ini untuk melawan ancaman musuh akan meningkat.

Selain untuk kepentingan militer dan pertahanan, Drone Gaza dapat menjalankan misi pemantauan hutan, operasi penyelamatan, dan penyaluran bantuan saat bencana alam seperti, banjir dan gempa bumi.

IRGC juga meresmikan sistem rudal permukaan-ke-udara, "9 Dey" yang punya kemampuan untuk menyerang dan menghancurkan semua jenis ancaman dari jarak dekat, seperti rudal jelajah, bom pesawat dan drone musuh.

Selain itu, ada juga sistem radar "Quds" yang dapat dipasang dan dipindahkan dengan cepat.