Dari Ekonomi Berbasis Pengetahuan hingga Startup: Visi Khamenei tentang Lapangan Kerja
-
Syahid Sayid Ali Khamenei
13 poin kebijakan ketenagakerjaan Pemimpin Syahid yang ditetapkan pada 2011 bukan sekadar dokumen, tetapi peta jalan yang sangat komprehensif.
Membaca kembali pemikiran luhur Pemimpin Syahid Revolusi di bidang kerja dan lapangan kerja setelah bertahun-tahun, mengisahkan kepedulian beliau dalam mengendalikan pengangguran dan tekad serius untuk mendukung para wirausahawan dan pencari kerja, sebuah tekad yang jika berbuah dan diupayakan secara nyata, akan mempekerjakan jutaan pemuda siap kerja yang menunggu dan menggerakkan roda perusahaan-perusahaan produksi.
Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu sumbu tetap dalam petunjuk dan pidato-pidato Pemimpin Syahid Revolusi adalah pembahasan tentang ketenagakerjaan, dan beliau selalu menekankan perlunya menyelesaikan masalah pengangguran di negara ini.
Mengapa Pengangguran Bukan Masalah Biasa?
Mungkin ketika topik pengangguran dibicarakan, ia tampak sebagai masalah yang biasa dan berulang; tetapi kenyataannya adalah jika tidak ada solusi yang ditempuh, ia akan memberikan konsekuensi merugikan bagi masyarakat dan ekonomi.
Manusia membutuhkan upaya dan aktivitas untuk menghidupi diri dan menjalani kehidupan, dan pemenuhan kebutuhan ini mengharuskan tersedianya kondisi kerja bagi individu. Pengangguran adalah salah satu masalah terbesar yang dapat mengganggu keseimbangan penawaran dan permintaan di pasar kerja, serta menciptakan banyak penyimpangan sosial dan masalah ekonomi dan budaya.
Pengalaman negara-negara sukses di dunia dalam mengendalikan pengangguran menunjukkan bahwa mereka telah mengatasi masalah ini melalui dukungan terhadap produksi domestik mereka sendiri, dan dengan pengembangan dan pertumbuhan ekonomi, mereka telah menguasai pasar-pasar dunia.
Kebijakan Umum Ketenagakerjaan: 13 Poin Strategis
Pada Tir 1390 (Juli 2011), Pemimpin Syahid Revolusi menetapkan Kebijakan Umum Ketenagakerjaan. Kebijakan ini mencakup 13 poin berikut:
1. Budaya Kerja dan Produksi
Mempromosikan dan memperkuat budaya kerja, produksi, kewirausahaan, dan penggunaan produk domestik sebagai nilai Islam dan nasional dengan memanfaatkan sistem pendidikan dan propaganda negara.
2. Pelatihan SDM Terampil
Pelatihan sumber daya manusia yang spesialis, terampil, dan efisien sesuai dengan kebutuhan pasar kerja (saat ini dan masa depan) serta peningkatan kapasitas kewirausahaan dengan tanggung jawab sistem pendidikan negara (pendidikan, pelatihan teknis dan kejuruan, dan pendidikan tinggi) serta menggabungkan pendidikan dan keterampilan dan melibatkan kerja sama perusahaan ekonomi untuk memanfaatkan kapasitas mereka.
3. Lapangan Kerja Berkelanjutan
Menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dengan penekanan pada penggunaan pengembangan teknologi dan ekonomi berbasis pengetahuan serta berwawasan ke depan terhadap transformasi mereka di tingkat nasional dan global.
4. Sistem Informasi Pasar Kerja
Membangun sistem informasi komprehensif pasar kerja.
5. Perbaikan Lingkungan Bisnis
Memperbaiki lingkungan bisnis dan meningkatkan indikator-indikatornya (lingkungan politik, budaya, dan peradilan, serta lingkungan ekonomi makro, pasar kerja, pajak, dan infrastruktur) serta mendukung sektor swasta dan koperasi dan persaingan melalui perbaikan undang-undang, peraturan, dan prosedur yang relevan dalam kerangka Konstitusi Republik Islam Iran.
6. Menarik Teknologi dan Investasi
Menarik teknologi, modal, dan sumber daya keuangan, pertukaran tenaga kerja, dan akses ke pasar luar negeri barang dan jasa melalui interaksi yang efektif dan konstruktif dengan negara-negara, organisasi-organisasi, dan pengaturan-pengaturan regional dan global.
7. Koordinasi Kebijakan Ekonomi
Menyelaraskan dan melestarikan kebijakan moneter, fiskal, valuta, dan perdagangan serta mengatur pasar-pasar ekonomi ke arah penurunan tingkat pengangguran disertai dengan peningkatan produktivitas faktor-faktor produksi dan peningkatan produksi.
8. Subsidi untuk Produksi
Perhatian lebih besar dalam pembayaran subsidi untuk mendukung investasi, produksi, dan lapangan kerja produktif di sektor swasta dan koperasi.
9. Pemanfaatan Kapasitas Unggulan
Perluasan dan pemanfaatan optimal kapasitas-kapasitas ekonomi yang memiliki keunggulan seperti pariwisata.
10. Dukungan untuk Startup
Mendukung pendirian dan pengembangan dana kemitraan modal untuk komersialisasi ide-ide dan dukungan terhadap perusahaan rintisan, kecil, dan inovatif.
11. Dukungan untuk Penganggur
Memberikan dukungan yang efektif bagi penganggur untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengakses lapangan kerja yang berkelanjutan.
12. Fokus pada Provinsi Tertinggal
Perhatian khusus pada penurunan tingkat pengangguran di provinsi-provinsi yang di atas rata-rata negara.
13. Keseimbangan Upah dan Produktivitas
Memperhatikan proporsi antara peningkatan upah dan produktivitas tenaga kerja.
15 Tahun Implementasi
Telah berlalu 15 tahun sejak ditetapkannya Kebijakan Umum Ketenagakerjaan oleh Pemimpin Syahid Revolusi, dan selama periode ini, penyelesaian masalah kerja dan lapangan kerja telah menjadi salah satu tugas penting pemerintah-pemerintah dalam agenda kerja.
Di semua pemerintah, upaya telah dilakukan dengan melaksanakan berbagai program dan rencana untuk menyediakan landasan pengembangan lapangan kerja dan kewirausahaan, produktivitas tenaga kerja, dan penciptaan lapangan kerja, serta mewujudkan tujuan pengendalian pengangguran.
Pengangguran: Akar dari Banyak Masalah
Tanpa ragu, pengangguran adalah salah satu tantangan mendasar negara, tantangan yang menjadi awal dari masalah-masalah penghidupan, kesulitan-kesulitan ekonomi, dan masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kecanduan, dan kejahatan sosial.
Kutipan Penting dari Pemimpin Syahid tentang Ketenagakerjaan
Pemimpin Syahid Revolusi dalam lebih dari dua dekade terakhir sangat menekankan masalah "ketenagakerjaan". Berikut adalah sebagian dari pernyataan beliau tentang pentingnya masalah ini:
30 April 2001 (10 Ordibehesht 1380)
Dalam perintah delapan poin kepada kepala tiga cabang kekuasaan tentang pemberantasan korupsi ekonomi, beliau bersabda:
"Hari ini negara kita haus akan aktivitas ekonomi yang sehat dan penciptaan lapangan kerja bagi para pemuda serta investasi yang aman."
1 Mei 2002 (11 Ordibehesht 1381)
Dalam pertemuan dengan sekelompok pekerja dan guru, beliau bersabda:
"Para pejabat pemerintah dan berbagai sektor harus benar-benar bekerja dan berusaha untuk menciptakan lapangan kerja, memerangi korupsi, membuka simpul-simpul masalah penghidupan rakyat, dan menghidupkan ekonomi negara."
12 Mei 2003 (22 Ordibehesht 1382)
Dalam sesi tanya jawab dengan mahasiswa Universitas Syahid Beheshti, beliau berkata:
"Terwujudnya sistem yang benar antara industri dan universitas, selain menyelesaikan masalah pengangguran dan menciptakan lapangan kerja, akan menyebabkan penghematan devisa dan kemandirian industri."
19 Oktober 2011 (28 Mehr 1390)
Dalam pertemuan dengan para pejabat eksekutif Provinsi Kermanshah, beliau berkata:
"Pengangguran membawa serta berbagai macam kerusakan — kerusakan moral, kerusakan sosial, kerusakan keamanan. Ketika lapangan kerja tercipta, semua ini dengan sendirinya teratasi dan beban-beban diangkat dari pundak pemerintah."
1 Agustus 2016 (11 Mordad 1395)
Dalam pertemuan dengan berbagai lapisan rakyat, beliau berkata kepada para pejabat:
"Para pejabat tercinta negara, dalam bidang masalah ekonomi, perhatikanlah unit-unit produksi kecil dan menengah. Kita memiliki beberapa ratus ribu unit seperti ini di negara ini. Hidupkan kembali mereka, maka lapangan kerja dan inovasi akan tercipta."
Program-Program Pemerintah
Dari masa lalu hingga sekarang, pemerintah-pemerintah telah menempatkan rencana-rencana seperti perluasan perusahaan ekonomi yang cepat menghasilkan, rencana percepatan lapangan kerja, rencana lapangan kerja menyeluruh, rencana insentif asuransi, rencana magang, dan subsidi upah dalam agenda kerja untuk menyelesaikan sebagian dari masalah pengangguran di negara ini dan menyediakan landasan terciptanya peluang kerja baru bagi para pencari kerja.
Pendapat Para Ahli
Menurut keyakinan para ahli pasar kerja, masalah pengangguran hanya bisa diselesaikan ketika aktivitas ekonomi bergerak dari spekulasi dan aktivitas tidak produktif ke arah aktivitas produktif dan berbasis pengetahuan.
Situasi Saat Ini
Saat ini, negara menghadapi banyak tenaga muda siap kerja dan banyak lulusan yang menunggu masuk ke pasar kerja. Jika kebijakan ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh Pemimpin Revolusi dilaksanakan dengan layak dan secara lengkap, dan lonjakan produksi diperhatikan secara nyata, maka:
- Kekurangan permintaan di beberapa pekerjaan dapat dikompensasi dengan pelatihan tenaga kerja terampil
- Masalah perusahaan-perusahaan produksi dapat diatasi
- Sistem penawaran dan permintaan di pasar kerja dapat mencapai keseimbangan.[]