Perlawanan Opsi Tunggal Hadapi Kejahatan Rezim Zionis
Kelompok-kelompok Palestina menyerukan perlawanan terhadap rezim Zionis dan menilainya sebagai hak bangsa Palestina.
Selama beberapa bulan terakhir, kejahatan tentara dan pemukim Zionis terhadap Palestina telah meningkat secara signifikan dalam berbagai dimensi yang menyebabkan puluhan warga Palestina gugur, dan ratusan lainnya terluka.
Kelompok-kelompok perlawanan Palestina dalam pertemuan yang diadakan di Gaza hari Senin (13/6/2022) menekankan kelanjutan perlawanan terhadap kejahatan rezim Zionis, dan mengumumkan dukungannya terhadap para tawanan Palestina yang mendekam di penjara-penjara rezim Zionis.
Tahanan Palestina Khalil Awadah setelah 102 hari mogok makan dan Raed Ryan, tahanan Palestina lainnya setelah 67 hari mogok makan di penjara Israel, saat ini berada dalam kondisi kritis.
Khalid Batash, anggota biro politik gerakan Jihad Islam Palestina kepada wartawan mengatakan bahwa rezim Zionis bertanggung jawab penuh atas kehidupan para tahanan Palestina yang melakukan mogok makan di penjara-penjara Israel.
Batash meminta organisasi hak asasi manusia untuk memenuhi tuntutan para tahanan Palestina guna mengakhiri penahanan administratif dan hak atas perawatan medis para tahanan.
Lebih dari 4.800 warga Palestina saat ini ditahan dalam kondisi yang mengerikan di penjara-penjara Israel, termasuk 170 anak-anak, 39 wanita dan puluhan orang lanjut usia.(PH)