B'Tselem: Penghancuran Rumah Warga Palestina Meningkat
Sebuah organisasi pembela Hak Asasi Manusia di Palestina pendudukan (Israel) mengabarkan peningkatan penghancuran rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat pada paruh pertama tahun 2016.
Organisasi Pembela HAM, B'Tselem pada Rabu (27/7/2016) menyebutkan, pihak berwenang Israel telah menghancurkan lebih banyak rumah warga Palestina pada enam bulan pertama tahun 2016 dibandingkan dengan masa yang sama dalam 10 tahun lalu kecuali tahun 2013.
Pada paruh pertama tahun 2013, rezim Zionis Israel telah menghancurkan 175 rumah warga Palestina. Sementara dari Januari hingga akhir Juni 2016, Israel menghancurkan 168 unit rumah di Tepi Barat. Tindakan ini menyebabkan 740 orang termasuk 384 anak-anak di bawah umur menjadi tunawisma dan pengungsi.
B'Tselem menilai penghancuran rumah-rumah Palestina sebagai poros kebijakan Israel di Tepi Barat. Sepanjang tahun 2015, Israel telah menghancurkan 125 rumah yang menyebabkan 496 warga Palestina, termasuk 287 anak-anak, menjadi tunawisma.
Sementara selama satu dekade terakhir, dari awal tahun 2006 hingga 30 Juni 2016, Israel menghancurkan sedikitnya 1.113 rumah warga Palestina di Tepi Barat (ini tidak termasuk di timur al-Quds). Akibatnya, setidaknya 5.199 orang, termasuk 2.602 anak di bawah umur, kehilangan tempat tinggal.
Menurut B'Tselem, rumah-rumah warga Palestina di wilayah yang dikenal dengan Area C (wilayah yang didominasi Israel berdasarkan Perjanjian Oslo), menjadi target penghancuran. Area ini mencakup lebih dari 50 persen wilayah Tepi Barat.
Terkait hal tersebut, para pejabat Tel Aviv baru-baru ini menghancurkan 12 rumah warga Palestina di desa Qalandiya, selatan al-Quds dengan dalih tidak memiliki izin bangunan. (RA)