Uni Emirat Arab Sambut Perundingan Iran-AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i185150-uni_emirat_arab_sambut_perundingan_iran_as
Pars Today – Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab menyambut baik negosiasi antara Tehran dan Washington serta memuji peran Oman dalam menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.
(last modified 2026-02-07T13:51:48+00:00 )
Feb 07, 2026 20:38 Asia/Jakarta
  • Perundingan antara Iran dan AS
    Perundingan antara Iran dan AS

Pars Today – Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab menyambut baik negosiasi antara Tehran dan Washington serta memuji peran Oman dalam menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.

Menurut laporan pada Sabtu (7/2/2026), IRNA mengutip dari situs berita Al-Ain, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab dalam sebuah pernyataan menyambut baik pelaksanaan negosiasi antara Iran dan AS di Oman dan menegaskan dukungannya terhadap perdamaian regional dan internasional.

 

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa langkah positif ini mencerminkan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk dialog dan pengurangan ketegangan.

 

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab menekankan: "Kami memuji upaya Kerajaan Oman dalam menyediakan ruang yang sesuai untuk negosiasi dan menjadi tuan rumah percakapan ini, serta menunjukkan peran konstruktif negara tersebut dalam mendukung dialog di tingkat regional dan internasional serta memperkuat keamanan dan stabilitas di kawasan."

 

Uni Emirat Arab juga menekankan bahwa penguatan dialog, pengurangan ketegangan, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan dasar penyelesaian krisis saat ini.

 

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab, sembari menegaskan bahwa kebijakan tetap negara ini adalah menyelesaikan perselisihan melalui saluran diplomatik, menyatakan: "Kami berharap konsultasi ini akan menghasilkan hasil yang positif dan berkontribusi pada penciptaan kedamaian serta memperkuat stabilitas dan keamanan regional dan perdamaian internasional."

 

Menurut laporan IRNA, putaran baru pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat diadakan pada hari Jumat, 17 Februari, di Muskat dengan perantara Kerajaan Oman. Dalam putaran pembicaraan ini, delegasi Iran dan Amerika menyampaikan serangkaian pendapat, pertimbangan, dan pendekatan mereka melalui Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi.

 

Sayid Abbas Araqchi, Menteri Luar Negeri Iran, setelah selesai dari putaran negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat di Oman, mengatakan kepada wartawan yang hadir di Muskat: "Hari ini kami melakukan pembicaraan panjang dan intens. Beberapa pertemuan diadakan, meskipun secara tidak langsung. Tuan Badr bin Hamad Al Busaidi, Menteri Luar Negeri Oman, telah bekerja sangat keras hari ini, baik dalam hal keramahan, penyambutan, maupun dalam menyampaikan pembicaraan dan pesan dari kedua belah pihak."

 

Menteri Luar Negeri Iran menambahkan:

"Meskipun kami mengadakan beberapa putaran pertemuan, percakapan yang kami lakukan dengan beliau dan kemudian yang disampaikan kepada pihak lawan, memungkinkan pandangan kami setelah waktu yang lama tanpa percakapan untuk disampaikan. Ini sangat penting. Kekhawatiran kami telah disampaikan, dan hak-hak yang dimiliki rakyat Iran serta semua hal yang perlu dibicarakan, menurut saya, disampaikan dalam suasana yang sangat baik, sementara pandangan pihak lawan juga didengar."

 

Sayid Abbas Araghchi menekankan bahwa dia bisa mengatakan bahwa ini adalah awal yang baik, dan melanjutkan, "Namun, kelanjutannya bergantung pada apakah kami melakukan konsultasi di ibukota-ibukota dan bagaimana melanjutkan proses pengambilan keputusan. Mengenai kelanjutan pembicaraan, hampir ada kesepakatan, dan disepakati bahwa proses ini akan dilanjutkan. Namun, mengenai waktu, cara, dan tanggal pelaksanaannya, akan dibahas lebih lanjut melalui Tuan Badr bin Hamad Al Busaidi. Menurut saya, suasana yang ada sangat baik, dan dalam satu kalimat, saya bisa katakan bahwa ini adalah awal yang baik." (MF)