Haaretz : Israel Memanfaatkan 1.700 Jenazah sebagai Alat Tawar dalam Negosiasi Mendatang
Surat kabar Haaretz dalam sebuah laporan yang mengejutkan mengungkapkan bahwa Israel menahan jenazah 1.700 warga Palestina yang gugur untuk digunakan oleh pejabat keamanan sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi mendatang dan kemungkinan pertukaran dengan tawanan Zionis.
Dilansir Pars Today dari IRNA, surat kabar Israel Haaretz, mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa dalam pembahasan baru-baru ini di lingkungan keamanan rezim Zionis, jumlah jenazah warga Palestina yang gugur dan masih ditahan diperkirakan sekitar 1.700 orang.
Haaretz menyebut tujuan penahanan jenazah tersebut adalah kemungkinan penggunaannya dalam negosiasi mendatang sebagai bagian dari kebijakan keamanan dan militer Israel. Tindakan ini dapat mengungkap dimensi baru mengenai cara Tel Aviv memperlakukan jenazah para korban perang.
Dalam kaitan ini, David Zini, kepala Badan Keamanan dan Intelijen Dalam Negeri Israel (Shin Bet), dengan merujuk pada kemungkinan munculnya skenario di masa depan ketika warga Israel ditawan atau dinyatakan hilang, menekankan kelanjutan penahanan jenazah warga Palestina yang gugur. Militer Israel juga mendukung posisi tersebut.
Haaretz menulis bahwa sebagian besar jenazah tersebut merupakan warga Palestina dari Jalur Gaza yang gugur dalam perang di tangan pasukan militer Israel.
Surat kabar tersebut menambahkan bahwa sejumlah jenazah di antaranya juga merupakan warga sipil.
Surat kabar itu juga mengutip sumber-sumber hukum yang menyatakan bahwa jika kabinet politik dan keamanan Israel belum mengambil keputusan khusus mengenai penahanan jenazah tersebut, rezim ini secara hukum tidak berhak terus menahan jenazah warga Palestina yang keterkaitannya dengan perang belum terbukti.
Pengungkapan ini terjadi ketika pada Oktober 2025 (Mehr 1404), Komite Nasional Palestina untuk Pengembalian Jenazah Para Syuhada dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang telah menyatakan bahwa militer Israel menahan hampir 1.500 jenazah warga Palestina dari Jalur Gaza di pusat penahanan Sde Teiman di wilayah pendudukan bagian selatan.