Sikap Agresif Turki terhadap Suriah
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, menyerukan gencatan senjata segera di Suriah dan menggambarkan situasi di Aleppo sebagai kritis. Dia juga mengklaim bahwa Presiden Bashar al-Assad tidak layak untuk memerintah.
Turki adalah pendukung kelompok-kelompok teroris bersenjata di Aleppo dan transformasi terbaru di kota itu sedang bergerak ke arah, yang tidak menguntungkan kelompok-kelompok yang didukung Ankara.
Para pejabat Turki tampaknya lebih mengkhawatirkan kegagalan beruntun kebijakan luar negerinya dalam perimbangan Suriah ketimbang memikirkan nasib warga sipil di Aleppo.
Kekhawatiran itu dapat disaksikan dalam serangan verbal para pejabat Turki terhadap presiden Suriah dan kepanikan mereka. Pernyataan intervensif menlu Turki disampaikan hanya satu hari setelah ia bertemu dengan Sergei Lavrov, timpalannya dari Rusia. Dalam pertemuan di kota Alanya, Turki, Cavusoglu dan Lavrov sepakat tentang penyelesaian krisis Suriah secara politik dan penghentian pertempuran.
Komentar terbaru Cavusoglu sejalan dengan pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengatakan bahwa tujuan pasukan Turki melakukan operasi di wilayah Suriah adalah menggulingkan pemerintahan Assad. Rusia bahkan khawatir dengan komentar Erdogan dan menuntut klarifikasi dari pemerintah Turki.
Turki sepertinya tidak bersedia menerima perubahan haluan yang ditunjukkan oleh beberapa sekutunya di Barat dan Arab dalam menyikapi perkembangan Suriah. Oleh karena itu, para pejabat Ankara tampak panik dan mengeluarkan serangan-serangan tajam terhadap pemerintah Damaskus. Cavusoglu bahkan mengklaim bahwa Assad telah membunuh 600.000 warga Suriah.
Namun, ia tidak menyinggung tentang keterlibatan Turki dalam mempersenjatai kubu penentang Assad dan mempertahankan kekacauan di Suriah, yang menyebabkan ribuan warga sipil terbunuh di tangan kelompok-kelompok teroris seperti Daesh.
Kebijakan Turki meyangkut krisis Suriah sebenarnya kembali pada intervensi militer negara itu di wilayah Suriah, yang bertujuan untuk memperkuat kubu penentang Assad. Meskipun para pejabat Turki menjustifikasi serangan langsung mereka di Suriah sebagai bagian dari operasi memerangi Daesh.
Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut agresi Turki ke wilayah Suriah hasil dari imajinasi dan kerakusan presiden Turki. Sebuah sumber di Kemenlu Suriah mengatakan, "Agresi Turki terhadap Suriah adalah hasil dari mimpi dan khayalan yang mendorong tiran ekstremis ini (Erdogan) mengubah Turki menjadi basis bagi teroris, yang melemahkan keamanan dan stabilitas di Suriah dan Irak."
Pemerintah Damaskus mengecam keras invasi militer Turki ke Suriah dan menyebut langkah itu sebagai bukti nyata atas pelanggaran kedaulatan nasional mereka. (RM)