Saudi, Turki, Pakistan, Mesir Bahas Dukung Mediasi Iran-AS
-
Pertemuan Arab Saudi, Turki, Pakistan dan Mesir di Antalya
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengumumkan bahwa pertemuan empat menteri luar negeri di Antalya berfokus pada perkembangan regional dan dukungan terhadap mediasi Pakistan antara Iran dan Amerika Serikat.
Melaporkan dari jaringan Al Arabiya, IRNA, Sabtu, 18 April 2026, pertemuan ini dihadiri Pangeran Faisal bin Farhan (Arab Saudi), Ishaq Dar (Pakistan), Badr Abdelatty (Mesir), dan Hakan Fidan (Turki), di sela-sela Forum Diplomasi Antalya.
Berdasarkan pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi, keempat pihak membahas perkembangan regional terkini dan menekankan dukungan mereka terhadap upaya mediasi Pakistan untuk mencapai gencatan senjata permanen antara Iran dan AS.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa upaya ini dapat memainkan peran penting dalam mengurangi ketegangan dan mencegah konsekuensi keamanan serta ekonomi berbahaya akibat perang bagi kawasan dan dunia.
Khatibzadeh Temui Wakil Sekjen PBB di Antalya
Saeed Khatibzadeh, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, yang bepergian ke Turki untuk menghadiri Forum Diplomasi Antalya, dalam pertemuan dengan Rosemary DiCarlo, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Perdamaian, menuntut respons efektif dan tegas dari organisasi tersebut terhadap pelanggaran berkelanjutan hukum dan hak internasional akibat tindakan agresif terhadap Iran.
Khatibzadeh juga meminta DiCarlo agar PBB mengambil respons efektif dan tegas terhadap kelanjutan pelanggaran nyata hukum dan hak internasional yang timbul dari tindakan agresif terhadap negaranya.
Empat negara yang duduk bersama membahas dukungan untuk mediasi Iran-AS bukan sekadar pertemuan biasa. Ini sinyal bahwa dunia Arab dan Muslim mulai mengambil peran lebih aktif dalam meredakan ketegangan, tanpa harus menunggu instruksi dari Washington.
Iran juga tak tinggal diam. Khatibzadeh membawa tuntutan tegas ke PBB: hentikan pembiaran terhadap agresi.
Diplomasi sedang bergerak di banyak meja. Namun yang menentukan hasil akhir bukan hanya jumlah pertemuan, tetapi sejauh mana pihak-pihak yang terlibat benar-benar menginginkan perdamaian.(sl)