Kurang dari 10 Hari, Iran Kuasai Teknologi Lock F-35 hingga F-16
-
Sardar Sayid Majid Ebn Al-Reza, Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran
Pars Today - Pejabat sementara Kementerian Pertahanan Iran menyatakan bahwa kejutan-kejutan Republik Islam Iran dalam hal teknik dan taktik selama Perang Ramadan telah meningkat secara signifikan.
Dilansir Pars Today dari Mehr News Agency, 27 Mei 2026, Sardar Sayid Majid Ebn Al-Reza, Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran mengatakan bahwa selama Perang yang Dipaksakan 12 Hari (Perang 2025), pesawat musuh yang ditembak jatuh kurang dari jumlah jari tangan.
Namun, selama Perang Ramadan (2026), Iran menguasai teknologi yang memungkinkannya untuk menembak jatuh sekitar 210 berbagai pesawat musuh.
Pejabat Iran itu menyatakan bahwa menargetkan pesawat musuh yang siluman (stealth) adalah salah satu prioritas. Di bidang ini, Iran berhasil menyebabkan kerugian hingga 7 miliar dolar AS bagi musuh.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu kurang dari 10 hari, Iran menguasai teknologi yang memungkinkannya untuk mengganggu pesawat tempur F-35, F-16, F-18, serta pesawat canggih musuh lainnya.
Pernyataan ini menunjukkan lompatan kemampuan teknis Iran di medan perang. Dari "kurang dari jumlah jari tangan" menjadi 210 pesawat hancur. Dari defensif menjadi sangat ofensif. Jenderal Ibn Al-Reza mengirim pesan bahwa Iran tidak hanya belajar dari perang, tetapi juga berevolusi dengan cepat. Kerugian 7 miliar dolar bukanlah angka kecil; itu adalah pukulan telak yang mungkin akan membutuhkan waktu lama bagi musuh untuk pulih.
Dulu, mereka hanya bisa menghitung pesawat yang jatuh dengan jari. Kini, mereka menghitungnya dengan ratusan dan kerugian musuh dengan miliaran dolar. Perang bukan hanya tentang bertahan, tetapi tentang seberapa cepat Anda belajar. Iran tidak hanya belajar; ia melompat. Dan musuh-musuhnya, yang terbiasa dengan superioritas udara, kini harus bergidik.(Sail)