Von der Leyen: Rusia "Lewati Batas", UE Siapkan Sanksi ke-21
-
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen
Pars Today - Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengecam keras insiden tabrakan drone Rusia yang melukai warga sipil di kota Galati, Rumania, dan mengumumkan bahwa UE sedang menyiapkan paket sanksi ke-21 terhadap Moskow.
"Perang agresi Rusia telah melewati batas. Sebuah drone Rusia menghantam kawasan padat penduduk di Rumania, melukai warga sipil. Di wilayah UE. Kami sepenuhnya bersolidaritas dengan Rumania dan rakyatnya," tulis von der Leyen di X, seraya menyatakan akan terus meningkatkan tekanan pada Rusia, terutama di perbatasan timur.
Dilansir IRNA, 29 Mei 2026, Menteri Luar Negeri Rumania, Oana Toiu, mengatakan insiden ini adalah pelanggaran serius hukum internasional. Ia memanggil duta besar Rusia dan menuntut akselerasi transfer sistem anti-drone.
Untuk pertama kalinya sejak perang di Ukraina, serangan drone Rusia menyebabkan korban sipil di wilayah NATO/EU. Sebelumnya, Rumania telah mencatat 28 insiden pelanggaran udara oleh drone Rusia.
Detail Kejadian:
Lokasi: Sebuah gedung apartemen 10 lantai di Galati, Rumania timur, dekat perbatasan Ukraina.
Korban: Seorang wanita dan anaknya dilarikan ke rumah sakit, sementara warga lainnya dievakuasi karena kebakaran di lantai 10.
Respons Militer: Dua jet F-16 Rumania dikerahkan untuk memantau. Pilot diberi otorisasi untuk menembak jatuh drone, tetapi drone memasuki wilayah udara dengan ketinggian rendah dan meledak di kota.
Konteks: Serangan terjadi saat Rusia menargetkan infrastruktur pelabuhan Ukraina di seberang Sungai Donau.
Insiden di Galati mengubah eskalasi konflik: untuk pertama kalinya, drone Rusia secara langsung melukai warga NATO di wilayah mereka. Ini bukan lagi sekadar "pelanggaran udara," tetapi titik balik diplomatik yang memaksa Brussels bertindak lebih tegas. Paket sanksi ke-21 yang sebelumnya sedang disusun, kini menjadi instrumen darurat untuk menanggapi "pelanggaran garis merah" oleh Moskow.
Selama 28 kali, drone Rusia melintas, Rumania hanya protes. Kali ke-29, sebuah apartemen hancur dan warga terluka. Kini kata-kata 'solidaritas' berubah menjadi 'paket sanksi baru'. Pertanyaannya, apakah ini akan mengubah perilaku Moskow, atau hanya menjadi babak lain dalam drama diplomatik yang tak berkesudahan?(Sail)