Perubahan Pola Serangan: Hizbullah Sistematis, Zionis Kehilangan Utara
-
Drone Hizbullah Lebnaon
Pars Today - Media Zionis Maariv, merujuk pada ketakutan Zionis terhadap drone Hizbullah, menggambarkannya sebagai mimpi buruk yang meluas. Surat kabar itu menulis bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tampak seperti "bebek pincang", lemah dan lelah.
Dilansir Pars Today 28 Mei 2026, Maariv juga melaporkan bahwa tentara Israel, dalam keadaan panik, telah membentangkan ratusan ribu meter jaring, sementara pasukan di Lebanon berusaha melarikan diri dari cengkeraman drone.
Media Zionis melaporkan bahwa seorang tentara wanita tewas dan dua lainnya terluka dalam ledakan drone Hizbullah di utara Palestina yang diduduki.
Para analis Zionis juga mencatat perubahan signifikan dalam pola operasi Hizbullah: dari serangan sporadis menjadi pola yang terorganisir dan terarah, yang telah mengubah keseimbangan kekuatan di front Lebanon.
Analis Lebanon, Munir Shihadeh, sebelumnya berkomentar bahwa perlawanan berusaha membangun sebuah persamaan: Lebanon selatan bukan hanya front defensif, tetapi medan perang gesekan di mana setiap langkah maju Israel akan memakan biaya yang sangat besar.
Hizbullah tidak hanya menyerang, tetapi juga mengubah strategi. Mereka kini lebih sistematis, lebih mematikan. Hasilnya? Zionis kewalahan. Para tentara yang dulu percaya diri, kini memasang jaring dan melarikan diri dari drone. Peringatan Shihade: setiap langkah Israel ke depan akan membuat mereka tenggelam lebih dalam. Ini bukan perang kilat; ini adalah rawa perlahan yang menelan.
Mereka pikir perang adalah parade kemajuan. Ternyata parade berubah menjadi mimpi buruk. Drone Hizbullah tidak hanya mengganggu, tetapi memburu. Kain jaring dibentang, tentara bersembunyi, dan seorang Perdana Menteri kini disebut 'bebek pincang'. Bukan karena ia lemah, tetapi karena ia memimpin rezimnya ke dalam rawa yang sama yang ia janjikan akan dikeringkan.(Sail)