Kepala IRIB: Teror Wartawan oleh Zionis Bukti Mereka Takut pada Kebenaran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190554-kepala_irib_teror_wartawan_oleh_zionis_bukti_mereka_takut_pada_kebenaran
Pars Today - Kepala Penyiaran Nasional Iran (IRIB) menyatakan bahwa desakan rezim Zionis untuk meneror jurnalis secara terencana adalah bukti ketakutan simbol kegelapan terhadap pancaran cahaya kebenaran. Ia mengatakan gugurnya seorang jurnalis senior telah mengungkap wajah buruk rezim Zionis.
(last modified 2026-05-29T05:39:18+00:00 )
May 29, 2026 12:37 Asia/Jakarta
  • Hussam Zeidan, mantan jurnalis jaringan TV Al-Alam di Suriah
    Hussam Zeidan, mantan jurnalis jaringan TV Al-Alam di Suriah

Pars Today - Kepala Penyiaran Nasional Iran (IRIB) menyatakan bahwa desakan rezim Zionis untuk meneror jurnalis secara terencana adalah bukti ketakutan simbol kegelapan terhadap pancaran cahaya kebenaran. Ia mengatakan gugurnya seorang jurnalis senior telah mengungkap wajah buruk rezim Zionis.

Dilansir Pars Today, 28 Mei 2026, setelah kesyahidan Hussam Zeidan, mantan jurnalis jaringan TV Al-Alam di Suriah, dalam serangan udara Zionis di Lebanon selatan, Peyman Jebelli mengeluarkan pernyataan berikut:

بسم رب الشهدا والصدیقین

ولا تحسبن‌ الذین قتلوا فی‌ سبیل الله امواتا بل احیاء عند ربهم یرزقون

"Kesyahidan Hussam Zeidan, jurnalis senior dan editor jaringan Al-Alam dan Al-Alam Suriah, dalam agresi kriminal Zionis di Sidon, sekali lagi mengungkap wajah jahat dan sifat keji rezim Zionis."

"Desakan rezim Zionis untuk meneror jurnalis secara terencana adalah tanda ketakutan putus asa dari simbol kegelapan ini terhadap pancaran cahaya kebenaran. Rezim yang merosot ini tahu betul bahwa kematian Hussam Zeidan dan para pejuang kehormatan dan martabat manusia yang agung bukanlah akhir, tetapi awal dari kemenangan besar perlawanan."

Jebelli menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Zeidan, komunitas media Lebanon dan Suriah, rekan-rekannya di IRIB, dan semua jurnalis yang mencari kebenaran. Ia juga mendoakan kesembuhan bagi putra almarhum yang terluka dan dirawat di rumah sakit.

Pesan dari pejabat Iran ini mengubah pembunuhan seorang jurnalis menjadi seruan perlawanan. Bagi Iran, ini bukan sekadar kematian, tetapi sebuah kesyahidan bagi perjuangan melawan apa yang mereka sebut sebagai "kegelapan" Zionis. Darah para martir, tegasnya, tidak akan menyiakan-nyiakan perjuangan—tetapi akan menginspirasinya.

"Mereka membidik jurnalis, berharap bisa memadamkan kebenaran. Namun yang terjadi justru sebaliknya: setiap wartawan yang gugur menjadi lentera yang menerangi jalan perlawanan. Jebelli mengingatkan dunia: Zionis takut pada cahaya. Dan karena takut, mereka membabi buta. Namun kegelapan tak akan pernah menang melawan api kebenaran yang terus menyala."(Sail)