Pimpinan Palang Merah Dunia Kagum: Akan Kunjungi Iran, Ingin Belajar Teknologi Robot Penyelamat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190600-pimpinan_palang_merah_dunia_kagum_akan_kunjungi_iran_ingin_belajar_teknologi_robot_penyelamat
Pars Today - Ketua Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan Presiden Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) di Jenewa, memaparkan tindakan kemanusiaan lembaganya selama Perang Paksaan ketiga. Ia juga menguraikan pelanggaran hukum humaniter internasional serta penderitaan yang dialami warga sipil dan para relawan.
(last modified 2026-05-29T13:09:34+00:00 )
May 29, 2026 20:08 Asia/Jakarta
  • Pirhossein Kolivand bertemu dengan Kate Forbes di sela-sela program kerjanya di Jenewa
    Pirhossein Kolivand bertemu dengan Kate Forbes di sela-sela program kerjanya di Jenewa

Pars Today - Ketua Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan Presiden Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) di Jenewa, memaparkan tindakan kemanusiaan lembaganya selama Perang Paksaan ketiga. Ia juga menguraikan pelanggaran hukum humaniter internasional serta penderitaan yang dialami warga sipil dan para relawan.

Dilansir IRNA, 29 Mei 2026, Pirhossein Kolivand bertemu dengan Kate Forbes di sela-sela program kerjanya di Jenewa.

Kolivand menyajikan laporan komprehensif tentang kapasitas, kemampuan, dan operasi ekstensif Bulan Sabit Merah Iran selama Perang Ramadan, termasuk layanan bantuan, medis, dukungan, dan kemanusiaan bagi para korban.

Ia menyoroti kerja tanpa lelah dari para relawan di tengah kondisi perang yang sulit, menekankan peran berharga mereka dalam mengurangi penderitaan manusia.

Dengan menjabarkan pelanggaran hukum humaniter, ia menjelaskan berbagai dimensi penderitaan dan kerusakan yang dialami warga sipil, petugas medis, dan infrastruktur kemanusiaan.

Kate Forbes menyatakan bahwa laporan dan dokumentasi yang disajikan sangat menyentuh, dan Federasi Internasional sangat terkesan dengan tindakan dan pengorbanan Bulan Sabit Merah Iran. Ia memuji kinerja organisasi tersebut sebagai "terpuji dan patut diacungi jempol."

Forbes menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para relawan Bulan Sabit Merah Iran. "Kami berdiri di samping keluarga mereka dan sangat tersentuh oleh layanan kemanusiaan yang diberikan selama perang," katanya.

Ia juga menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Iran guna mempelajari lebih dekat kapasitas dan inovasi mereka. Ia secara khusus meminta informasi rinci tentang robot penyelamat yang dikembangkan oleh Bulan Sabit Merah Iran, sehingga teknologi ini dapat dibagikan dengan organisasi nasional anggota IFRC lainnya.

Dalam pertemuan ini, Iran tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan di bidang bantuan kemanusiaan. Babak belur akibat perang, Bulan Sabit Merah Iran justru mengukuhkan posisinya sebagai model global, baik dalam keberanian maupun inovasi.

"Sementara para jenderal dan politisi berbicara tentang rudal, para relawan Bulan Sabit Merah berbicara tentang nyawa. Kate Forbes datang untuk mendengar. Ia tidak hanya bersimpati, tetapi juga ingin belajar. Iran tidak hanya memenangkan perang; mereka juga merebut hati komunitas kemanusiaan dunia, bukan dengan senjata, tetapi dengan robot penyelamat dan dedikasi tanpa batas.(Sail)