Pezeshkian: Kami Siap Memfasilitasi Lalu Lintas Maritim dan Menjamin Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz
-
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran, dalam panggilan telepon dengan Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang, seraya berterima kasih atas bantuan obat-obatan dan kemanusiaan pemerintah Jepang kepada Iran, menekankan tekad Republik Islam Iran untuk menyelesaikan masalah dan ketegangan di kawasan melalui jalur dialog dan diplomasi.
Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, merujuk pada pendekatan bertanggung jawab Iran dalam interaksi internasional, mengatakan: "Republik Islam Iran selalu memandang diplomasi sebagai cara paling efektif untuk menyelesaikan masalah yang ada, tetapi sayangnya, beberapa pihak, termasuk Amerika Serikat, dengan mengabaikan komitmen mereka serta tindakan destabilisasi rezim Zionis, telah menantang proses diplomatik."
Ia juga, merujuk pada perkembangan kawasan, menggambarkan pelanggaran berulang gencatan senjata di Lebanon, kelanjutan pengungsian warga Lebanon, dan dukungan politik serta militer AS terhadap tindakan rezim Zionis sebagai hal yang mengkhawatirkan, dan menuntut peran efektif masyarakat internasional dalam menghentikan proses ini.
Presiden Iran, dengan menekankan pentingnya keamanan dan kebebasan pelayaran di jalur air internasional, menegaskan: "Republik Islam Iran siap sepenuhnya untuk memfasilitasi lalu lintas maritim. Masalah utama berasal dari pembatasan dan hambatan yang diberlakukan oleh AS terhadap pelayaran dan perdagangan Iran."
Ia juga menekankan: "Republik Islam Iran akan melakukan segala tindakan yang mampu dilakukannya untuk menormalkan proses lalu lintas maritim di Selat Hormuz dan menjaga stabilitas serta keamanan jalur strategis ini."
Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang, dalam panggilan telepon ini, seraya menekankan dukungan negaranya terhadap solusi diplomatik, menyatakan harapannya bahwa "hubungan Tehran dan Tokyo di berbagai bidang akan semakin berkembang."
Perdana Menteri Jepang juga, merujuk pada konsultasinya dengan pihak Amerika, menekankan perlunya kelanjutan jalur diplomasi dan dialog untuk mengurangi ketegangan dan menyelesaikan perbedaan pendapat. (MF)