Pakar IEA: Buka Hormuz Butuh 6-8 Bulan, Stok Menipis, Kami Tak Bisa Sihir
https://parstoday.ir/id/news/world-i190884-pakar_iea_buka_hormuz_butuh_6_8_bulan_stok_menipis_kami_tak_bisa_sihir
Pars Today - Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa penurunan stok minyak global yang terus berlanjut dapat menyebabkan turunnya cadangan ke tingkat kritis atau bahkan rekor terendah tepat sebelum periode puncak permintaan musim panas.
(last modified 2026-06-06T16:42:11+00:00 )
Jun 03, 2026 16:03 Asia/Jakarta
  • Cadangan minyak mentah
    Cadangan minyak mentah

Pars Today - Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa penurunan stok minyak global yang terus berlanjut dapat menyebabkan turunnya cadangan ke tingkat kritis atau bahkan rekor terendah tepat sebelum periode puncak permintaan musim panas.

Dilansir IRNA, 3 Juni 2026, Toril Bosoni, kepala divisi industri minyak dan pasar IEA, menyatakan, "Kami melihat penurunan stok yang terus berlanjut hingga musim panas, dengan kemungkinan mencapai level kritis atau level terendah dalam sejarah tepat sebelum puncak permintaan musim panas."

Pernyataan ini disampaikan di sela-sela Konferensi Migas Timur Tengah di London, Selasa (2/6).

Angka yang Membekukan Darah

Kehilangan Pasokan Teluk: Sekitar 14 juta barel per hari (bpd) sejak akhir Februari. Ini setara dengan 14 persen konsumsi minyak global; lubang di pasokan yang sangat besar.

Penurunan Stok Global: Dalam rentang Maret-Mei: turun lebih dari 250 juta barel. Ini berarti stok komersial dan strategik terkuras dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Proyeksi Defisit Tahunan IEA: Rata-rata 1,78 juta barel per hari sepanjang 2026. Dunia akan terus "makan" stoknya, bukan memproduksinya.

Harga Brent (2 Juni): Mencapai ~$94 per barel. Harga ini masih jauh di atas level sebelum perang (~$70), tapi di bawah puncak $126 karena permintaan Tiongkok yang melemah.

Waktu Pemulihan yang Mengejutkan: Butuh Berbulan-bulan

Dalam skenario terbaik sekalipun, pembukaan kembali Selat Hormuz akan memakan waktu 6 hingga 8 bulan jika kesepakatan dicapai hari ini. Ini berarti gangguan pasokan akan berlangsung setidaknya hingga akhir tahun 2026.

Pelepasan Darurat: Hanya Plester

Meskipun IEA memiliki opsi untuk melakukan pelepasan stok darurat terkoordinasi lainnya, hal ini tidak sedang dibahas karena sekitar setengah dari 400 juta barel yang dirilis pada bulan Maret lalu belum memasuki pasar.

IEA sendiri mengakui bahwa pelepasan stok darurat hanyalah tindakan sementara dan "tidak akan menyelesaikan masalah". Bosoni menekankan, skala kehilangan pasokan sangat besar sehingga koreksi harus datang dari sisi permintaan, yang berarti ekonomi global harus memaksa konsumen mengurangi penggunaan bahan bakar.

Perubahan Peta Kekuatan Minyak

Sebagai kompensasi, pasokan dari Amerika (AS, Argentina, Brasil, Venezuela) semuanya meningkat di luar perkiraan. IEA merevisi proyeksi pertumbuhan pasokan Amerika untuk 2026 menjadi 1,5 juta barel per hari, naik 600.000 barel per hari dari awal tahun.

Namun, peningkatan di Amerika ini hanya mengimbangi sebagian kecil dari volume yang hilang dari Teluk Persia. Ini tidak cukup untuk menutup defisit raksasa yang ada.

Peringatan IEA adalah pengingat dingin bahwa perang bukan hanya tentang rudal dan drone. Ini adalah tentang cadangan minyak yang mengering di seluruh dunia, dan potensi kekacauan ekonomi yang akan melanda semua orang. Waktu pemulihan yang lama dan cadangan yang menipis menciptakan "musim panas yang mengerikan" bagi pasar energi. Sementara para politisi bermain api, IEA menghitung mundur menuju kekosongan.

Mereka bilang 'perang kilat', tetapi IEA menghitung butuh 8 bulan untuk membuka selat. Mereka bilang 'stok darurat', tapi stok habis sebelum musim panas. Mereka bilang 'Amerika bisa gantikan', tetapi peningkatan pasokan hanya setetes air di lautan yang mengering. Inilah biaya sesungguhnya dari kebijakan yang mengutamakan peluru di atas kalkulasi. Dunia tidak hanya akan kehabisan rudal, tapi juga kehabisan bensin untuk pulang kerja.(Sail)