Ini Respons atas Sanksi dan Tekanan baru AS; Kami akan Melawan Agresi
https://parstoday.ir/id/news/world-i190950-ini_respons_atas_sanksi_dan_tekanan_baru_as_kami_akan_melawan_agresi
Pars Today - Miguel Díaz-Canel, Presiden Kuba, dan Bruno Rodríguez, Menteri Luar Negeri Kuba, menyatakan bahwa pernyataan Donald Trump dan sanksi-sanksi baru AS terhadap Havana akan berakhir dengan kegagalan, dan agresi serta invasi Amerika Serikat akan dihadapi dengan perlawanan Kuba.
(last modified 2026-06-05T09:36:28+00:00 )
Jun 05, 2026 16:35 Asia/Jakarta
  • Kuba
    Kuba

Pars Today - Miguel Díaz-Canel, Presiden Kuba, dan Bruno Rodríguez, Menteri Luar Negeri Kuba, menyatakan bahwa pernyataan Donald Trump dan sanksi-sanksi baru AS terhadap Havana akan berakhir dengan kegagalan, dan agresi serta invasi Amerika Serikat akan dihadapi dengan perlawanan Kuba.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Díaz-Canel, Presiden Kuba, pada Jumat (5/6) dini hari di media sosial X menulis: "Presiden AS telah mengemukakan pernyataan ancaman baru terhadap Kuba, dan Departemen Keuangan telah menambahkan nama-nama baru para pemimpin, organisasi, dan perusahaan Kuba ke dalam daftar sanksi ilegalnya."

 

Dengan menyatakan bahwa "tindakan ini dilakukan dengan tujuan memperkuat blokade dan mengintensifkan konflik antara Kuba dan Amerika Serikat," ia menambahkan: "Kebutaan politik ini ditambahkan ke tindakan koersif beberapa pekan terakhir terhadap negara Kuba yang dirancang untuk merugikan rakyat Kuba."

 

Presiden Kuba menegaskan: "Agresi dan penyimpangan pemerintahan AS akan dihadapi dengan tekad kami untuk menghadapi skenario terburuk dan perlawanan terhadap invasi imperialis."

 

Menteri Luar Negeri Kuba juga pada Jumat dini hari di media sosial X menggambarkan tindakan AS dalam memasukkan nama Presiden Kuba dan anggota keluarganya, serta lembaga-lembaga, organisasi masyarakat sipil, dan perusahaan Kuba ke dalam daftar sanksi ilegal dan sepihak sebagai "memalukan" dan sebagai tanda terbaru dari rencana intervensi AS untuk menggambarkan Kuba sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.

 

Rodríguez menegaskan: "Setiap tindakan AS yang bertujuan menciptakan skenario konflik antara kedua negara akan gagal, dan setiap ancaman terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Kuba akan dihadapi dengan persatuan dan tekad yang lebih besar dari rakyat kami." (MF)