Velayati: Pilihan di Tangan AS, Hentikan Kebodohan atau Hadapi Ketidakstabilan Dua Selat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191130-velayati_pilihan_di_tangan_as_hentikan_kebodohan_atau_hadapi_ketidakstabilan_dua_selat
Pars Today - Penasihat Pemimpin Revolusi Islam untuk Urusan Internasional, dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada Amerika Serikat, menulis, "Pilihan ada di tangan Anda: hentikan kebodohan, atau masuki keseimbangan yang diatur oleh dua selat!"
(last modified 2026-06-08T08:35:42+00:00 )
Jun 08, 2026 15:33 Asia/Jakarta
  • Ali Akbar Velayati, Penasihat Pemimpin Revolusi Islam untuk Urusan Internasional
    Ali Akbar Velayati, Penasihat Pemimpin Revolusi Islam untuk Urusan Internasional

Pars Today - Penasihat Pemimpin Revolusi Islam untuk Urusan Internasional, dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada Amerika Serikat, menulis, "Pilihan ada di tangan Anda: hentikan kebodohan, atau masuki keseimbangan yang diatur oleh dua selat!"

Dilansir Pars Today, 8 Juni 2026, Ali Akbar Velayati menulis di akun X-nya, "Prediksi beberapa hari lalu terbukti; respons rudal dari jenis 'Zat Al-Salasil'."

Ia melanjutkan, "Kebodohan rezim hari ini di Beirut dan pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata telah mengaktifkan mata rantai pertama dari respons berantai kami."

"Keamanan Bab Al-MandAb saat ini seharusnya tidak menyebabkan kesalahan perhitungan oleh musuh. Lingkaran perlawanan memiliki kemampuan untuk mengunci kedua selat. Pilihan ada di tangan Anda: hentikan kebodohan, atau masuki keseimbangan yang diatur oleh dua selat!"

Velayati mengirim pesan yang jelas: Hizbullah bukan satu-satunya front. Jika kebodohan terus berlanjut, Iran akan menggunakan pengaruhnya untuk menutup Bab Al-Mandeb juga. Ini bukan sekadar peringatan; ini adalah proklamasi bahwa lingkaran perlawanan dapat menutup kedua jalur air strategis di kawasan itu kapan saja.

Mereka mengira ancaman hanya sebatas Hormuz. Velayati mengingatkan: masih ada Bab Al-MandAb. Satu kesalahan perhitungan bisa membuat dua tenggorokan minyak dunia tersumbat. Dunia mungkin tidak terlalu peduli dengan Beirut, tetapi mereka akan sangat peduli ketika kapal tanker tidak bisa melewati Laut Merah. Inilah kartu truf Iran yang sesungguhnya: bukan sekadar rudal, tetapi kendali atas denyut nadi ekonomi global.(Sail)