Fruktosa: Energi atau Sinyal Kanker?
-
Sel kanker
Pars Today - Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel kanker yang bertahan setelah kemoterapi melepaskan fruktosa (gula buah) sebagai sinyal kepada sel-sel di sekitarnya agar melepaskan ikatan dan menyebar ke seluruh tubuh.
Melaporkan dari IRNA, Senin, 10 Agustus 2026, situs TechDaily dalam sebuah laporan menulis:
"Temuan mereka menunjukkan bahwa fruktosa tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai pembawa pesan antarsel tumor."
Peneliti dari Institut Wistar di Amerika melakukan studi pada kanker ovarium. Mereka mengidentifikasi mekanisme baru yang membantu penyebaran penyakit ini. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Aging ini menunjukkan bahwa sel-sel kanker yang bertahan setelah kemoterapi, dengan melepaskan fruktosa, mengirimkan sinyal kepada sel-sel di sekitarnya untuk melepaskan ikatan dan menyebar ke seluruh tubuh.
Perawatan kemoterapi mungkin membunuh sebagian besar sel kanker ovarium, tetapi sejumlah kecil sel tetap bertahan. Sel-sel yang selamat ini masuk ke dalam kondisi di mana mereka tidak lagi membelah, tetapi tetap hidup dan aktif, melepaskan zat kimia yang memengaruhi sel-sel di sekitarnya.
Fruktosa: Pembawa Pesan Tersembunyi
Para peneliti mengumpulkan zat-zat yang dilepaskan oleh sel-sel yang selamat dari kemoterapi untuk menyelidiki apakah sel-sel tersebut memengaruhi sel-sel lain. Kemudian, mereka memaparkan sel-sel kanker pada zat-zat ini dan mengamati bahwa zat-zat tersebut saja sudah mampu meningkatkan kemampuan sel untuk melepaskan diri dan menyebar.
Aidan Cole, penulis pertama studi ini, mengatakan, "Beberapa sel kanker yang bertahan dari kemoterapi tidak lagi membelah, tetapi tetap aktif secara biologis. Mereka melepaskan molekul yang mengirimkan pesan ke sel-sel tetangga. Studi kami adalah salah satu penelitian pertama yang menunjukkan bahwa nutrisi (dalam hal ini fruktosa) dapat bertindak sebagai salah satu pesan tersebut."
Tim peneliti kemudian mencari pesan utama dan menemukan bahwa sel-sel yang bertahan memproduksi dan melepaskan fruktosa. Sel-sel kanker di sekitarnya merespons pesan ini dengan melonggarkan ikatan satu sama lain dan melepaskan diri dari tumor utama. Ini adalah langkah penting dalam penyebaran kanker ke bagian tubuh lain (metastasis).
Apakah Diet Tinggi Gula Memengaruhi Perilaku Tumor?
Fruktosa secara alami terdapat dalam buah-buahan, tetapi juga digunakan secara luas dalam minuman manis dan makanan olahan. Para peneliti menemukan bahwa bahkan tanpa kemoterapi, konsumsi fruktosa dalam jumlah tinggi (setara dengan yang terdapat dalam minuman manis) juga dapat memicu penyebaran sel-sel kanker.
Temuan ini mengajukan pertanyaan penting: Apakah konsumsi fruktosa yang tinggi dapat memengaruhi perilaku tumor yang sudah ada? Hal ini sangat relevan di Amerika, di mana sirup jagung dengan fruktosa tinggi dapat menyumbang 8 hingga 20 persen dari asupan kalori harian sebagian orang.
Penurunan Kolesterol: Kunci Pelepasan Sel
Para peneliti juga menyelidiki apa yang terjadi pada fruktosa di dalam sel-sel tumor. Dengan menggunakan metode canggih, termasuk CRISPR (alat untuk menyunting gen), mereka menemukan bahwa fruktosa mengurangi produksi kolesterol. Kolesterol biasanya dikaitkan dengan penyakit jantung, tetapi sel-sel menggunakannya sebagai komponen membran mereka. Penurunan kolesterol melonggarkan ikatan antarsel tumor dan memungkinkan mereka melepaskan diri dari tumor utama.
Temuan ini mengarah pada penyelidikan terhadap obat statin (yang diresepkan untuk menurunkan kolesterol). Sekitar 39 juta orang di Amerika menggunakan obat-obatan ini. Dalam model laboratorium, statin saja ternyata juga melemahkan ikatan antarsel kanker dan membantu penyebarannya.
Katherine Aird, penulis utama studi ini, mengatakan, "Kami belum menguji efek ini pada pasien, tetapi hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kombinasi obat penurun kolesterol dengan kemoterapi, terutama karena kanker ovarium lebih sering terjadi pada wanita menopause yang sering menggunakan statin."
Mekanisme yang Melampaui Kanker Ovarium
Para peneliti meyakini bahwa mekanisme ini mungkin juga terjadi pada kanker lain yang menyebar di area tubuh bagian tengah, seperti kanker pankreas, usus besar, dan hati. Aird menegaskan di akhir, "Meskipun mekanisme ini mungkin juga terjadi pada kanker lain, diperlukan penelitian yang lebih luas untuk membuktikannya."
"Penelitian dari Institut Wistar menemukan bahwa fruktosa, yang biasa ditemukan dalam minuman manis, bukan hanya sumber energi, tetapi juga sinyal yang memicu sel-sel kanker untuk melepaskan diri dari tumor dan menyebar. Kemoterapi memang membunuh sebagian besar sel kanker, tetapi sel-sel yang tersisa justru melepaskan fruktosa sebagai "pesan" kepada sel-sel lain. Penelitian ini juga menemukan bahwa penurunan kolesterol (termasuk akibat konsumsi statin) dapat memperkuat efek ini, sebuah temuan yang mengkhawatirkan bagi pasien yang mengonsumsi obat penurun kolesterol bersamaan dengan kemoterapi."(Sail)