Iran-Tajikistan Sepakat Perlancar Perdagangan, Optimalkan Potensi di Kerangka SCO
-
Menteri Perindustrian Iran Sayid Mohammad Atabek dan Menteri Perindustrian dan Teknologi Baru Tajikistan, Shirali Kabir
Pars Today - Menteri Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan Iran serta Menteri Perindustrian dan Teknologi Baru Tajikistan, dalam pertemuan di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Perindustrian Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Kyrgyzstan, menekankan pengembangan dan fasilitasi hubungan perdagangan antara Teheran dan Dushanbe.
Dilansir Pars Today dari IRNA, 6 Juni 2026, Menteri Perindustrian Iran Sayid Mohammad Atabek dan mitranya dari Tajikistan, Shirali Kabir, sepakat untuk mempercepat implementasi nota kesepahaman (MoU) sebelumnya dan mengoperasionalkan perjanjian bersama.
Kedua belah pihak membahas peningkatan volume perdagangan, pemanfaatan kapasitas besar Iran di berbagai sektor seperti sumber daya dan elemen mineral, pemrosesan mineral, farmasi, tekstil, serta kesiapan untuk mengembangkan kerja sama.
Kedua menteri juga sepakat tentang perlunya memfasilitasi proses administrasi untuk mempercepat kelancaran hubungan perdagangan dan industri.
Pertemuan ini juga menekankan perlunya memanfaatkan kapasitas SCO sebagai platform untuk gelombang baru integrasi industri di antara negara-negara anggota, konsultasi para ahli, dan tindak lanjut berkelanjutan untuk mencapai hasil yang nyata di masa depan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Iran dan Tajikistan memilih untuk memperkuat hubungan perdagangan bilateral mereka, didukung oleh kerangka SCO yang lebih luas. Ini adalah langkah pragmatis untuk mengurangi ketergantungan pada jalur perdagangan tradisional dan menciptakan jaringan ekonomi baru yang lebih tahan terhadap guncangan geopolitik.
Sementara negara-negara lain sibuk berperang, Iran dan Tajikistan sibuk berdagang. Ini bukan sekadar kesepakatan bisnis, tetapi fondasi dari tatanan ekonomi baru. Shanghai Cooperation Council bukan hanya forum keamanan, tetapi juga pasar yang sedang berkembang. Saatnya memanfaatkan setiap peluang, di tengah badai sanksi dan blokade.(Sail)