Ansarullah Ancam Israel: Jawaban Besar Jika Terus Biadab di Lebanon
-
Muhammad Al-Farah, tokoh senior Ansarullah Yaman
Pars Today - Seorang tokoh senior Ansarullah Yaman mengancam Zionis dengan balasan besar jika mereka terus melancarkan agresi ke Lebanon.
Melansir Pars Today dari Tasnim, 3 Juni 2026, menyusul pernyataan resmi kesiapan Yaman untuk memasuki pertempuran anti-Zionis dalam rangka mendukung Perlawanan dan rakyat Lebanon, Muhammad Al-Farah, tokoh senior Gerakan Ansarullah Yaman, menyatakan bahwa rezim penjajah Zionis, jika terus melanggar gencatan senjata di Lebanon dan meningkatkan agresi biadabnya terhadap negara tersebut, akan menghadapi balasan yang besar dan menyeluruh.
Muhammad Al-Farah menegaskan bahwa pasukan penjajah Zionis akan terus menjadi target selama mereka berada di Lebanon Selatan, dan setiap pelanggaran di Lebanon akan dihadapi dengan respons balasan yang besar.
Ia menambahkan bahwa rezim Zionis sejak 2 Maret hingga kini belum mampu memahami realitas lapangan yang baru. Salah satu faktor yang membuat rezim ini semakin berani melanjutkan agresinya ke Lebanon adalah periode gencatan senjata semu selama 15 bulan, dari November 2024 hingga Maret 2026, di mana seharusnya pemerintah Lebanon bertanggung jawab menghentikan agresi musuh, tetapi gagal menjalankan tanggung jawabnya.
Tokoh Ansarullah ini lebih lanjut menyatakan bahwa anggota Poros Perlawanan tidak mencari perang, tetapi mereka tahu bahwa negosiasi dan normalisasi dengan rezim Zionis tidak akan membawa perdamaian dan stabilitas ke kawasan. Rezim ini tidak memahami bahasa selain bahasa perang dan kekerasan.
Pernyataan ini menandai eskalasi retorika dari Yaman, sekaligus kritik terhadap kegagalan mekanisme gencatan senjata sebelumnya.(Sail)