WSJ: Trump Terpaksa Klaim Kemenangan Palsu, Iran Masih Kuasai Hormuz
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Editor senior Wall Street Journal menyatakan bahwa Trump terpaksa harus menggambarkan kekalahan di hadapan Iran sebagai kemenangan, hanya untuk menyelamatkan muka.
Dilansir Pars Today, 31 Mei 2026, Gerard Baker mengatakan bahwa kesepakatan potensial dengan Iran tidak lebih dari sebuah sikap menyerah. Jika Trump setuju pada kesepakatan nuklir, ia pada dasarnya akan menandatangani kesepakatan Obama setelah 11 tahun mengkritiknya. Baginya, kesepakatan yang ada di atas meja adalah penghinaan total bagi Trump.
"Trump terpaksa untuk menyelamatkan muka dengan menggambarkan kekalahan di hadapan Iran sebagai kemenangan. Kenyataannya, setelah semua ketegangan ini, Iran masih akan memegang kendali atas Selat Hormuz," tegasnya.
Sementara itu, New York Times dalam artikel berjudul "Is It Over and Done?" juga mencatat bahwa Trump berusaha keras untuk menggambarkan perang melawan Iran sebagai sesuatu yang hampir berakhir dan sebagai sebuah kesuksesan total. Namun setelah bertahun-tahun berusaha memaksakan narasinya sendiri pada kenyataan, ia kini menghadapi krisis yang tidak sesuai dengan cerita yang ia bangun.
Trump membutuhkan 'akhir yang bahagia' untuk perang yang ia mulai. Namun bagi mereka yang membaca angka di lapangan, tidak ada yang bahagia kecuali kenyataan bahwa Iran masih berdiri tegak. Wall Street Journal dan New York Times, dua media yang biasanya berseberangan, kali ini sepakat: Trump mungkin mengklaim kemenangan, tetapi dunia tidak bodoh. Dan yang lebih penting, Iran tidak bodoh.(Sail)