ICRC dan IFRC: Pelemahan Hukum Humaniter Tutup Mata pada Penderitaan Manusia
https://parstoday.ir/id/news/world-i189774-icrc_dan_ifrc_pelemahan_hukum_humaniter_tutup_mata_pada_penderitaan_manusia
Pars Today - Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan Presiden Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengeluarkan pernyataan bersama bahwa di saat perpecahan, kekerasan, dan pengabaian terhadap penderitaan manusia menguji batas kesabaran dunia. Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tetap bersatu dalam komitmennya terhadap kemanusiaan.
(last modified 2026-05-10T10:15:18+00:00 )
May 10, 2026 15:00 Asia/Jakarta
  • Palang Merah Internasional
    Palang Merah Internasional

Pars Today - Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan Presiden Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengeluarkan pernyataan bersama bahwa di saat perpecahan, kekerasan, dan pengabaian terhadap penderitaan manusia menguji batas kesabaran dunia. Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tetap bersatu dalam komitmennya terhadap kemanusiaan.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia, Mirjana Spoljaric (Presiden ICRC) dan Kate Forbes (Presiden IFRC) menyatakan bahwa tahun ini peringatan tersebut tiba di tengah keprihatinan mendalam. Di semua wilayah konflik dan krisis, terjadi pelemahan berbahaya terhadap nilai-nilai dan mekanisme perlindungan yang dirancang untuk melindungi nyawa dan martabat manusia.

Dilansir IRNA, 10 Mei 2026, pernyataan itu mencatat bahwa banyak rekan relawan telah tewas, saat mengemudikan ambulans, bekerja di rumah sakit, merespons keadaan darurat, atau membantu masyarakat mereka sendiri. ICRC dan IFRC menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan rekan-rekan mereka.

Lembaga-lembaga tersebut menegaskan bahwa kematian-kematian ini bukanlah tragedi yang terisolasi, tetapi bagian dari pola yang lebih luas: ketidakpatuhan terhadap hukum humaniter internasional yang seharusnya melindungi pekerja medis dan kemanusiaan.

Pernyataan itu menekankan bahwa ketika mereka yang merawat korban luka yang membawa mereka ke tempat aman atau terus memberikan layanan medis menjadi sasaran serangan, kerusakan yang terjadi tidak hanya terbatas pada hilangnya nyawa. Masyarakat kehilangan tempat bergantung yang penting; kepercayaan rusak; dan rasa kemanusiaan kita bersama melemah.

Meskipun dalam kondisi yang sulit, para relawan dan staf Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia terus berdiri di samping mereka yang membutuhkan, sering kali di tempat yang sama di mana mereka tinggal dan membesarkan keluarga, menghadapi risiko yang sama seperti masyarakat di sekitar mereka. Kehadiran mereka di medan bencana adalah manifestasi kuat dari kemanusiaan dalam tindakan.

Dalam pernyataan bersama itu, ICRC dan IFRC menyerukan kepada semua pihak yang memiliki pengaruh dan tanggung jawab untuk melindungi warga sipil, pekerja medis, dan relawan kemanusiaan yang menjadi sandaran masyarakat. Menghormati simbol Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta kepatuhan terhadap aturan dan prinsip kemanusiaan, adalah hal yang sangat penting.

Pada hari ketika dunia didesak untuk kembali ke nilai-nilai kemanusiaan, pernyataan bersama kepemimpinan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ini tidak bisa lebih jelas. Mereka secara terbuka mengakui apa yang selama ini didokumentasikan oleh banyak lembaga: pelemahan sistemik terhadap perlindungan pekerja medis dan bantuan kemanusiaan telah terjadi, dan hal ini tidak bisa diterima. Pesan mereka adalah teguran dan seruan untuk bertindak. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan serangan terhadap ambulans dan rumah sakit. Dunia, dan para pemimpinnya, harus mendengarkan.(Sail)