Baghaei: Masa Depan Hormuz di Tangan Iran dan Oman
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190626-baghaei_masa_depan_hormuz_di_tangan_iran_dan_oman
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pertukaran pesan antara Iran dan AS terus berlanjut, tetapi kesepahaman akhir belum tercapai.
(last modified 2026-05-30T05:58:08+00:00 )
May 30, 2026 15:57 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pertukaran pesan antara Iran dan AS terus berlanjut, tetapi kesepahaman akhir belum tercapai.

Dilansir Pars Today, 30 Mei 2026, Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa Iran telah meninggalkan bahasa "harus" 47 tahun lalu. "Tidak ada pihak Barat yang dapat berbicara kepada Republik Islam Iran dengan bahasa 'harus'. Kami memutuskan berdasarkan kepentingan dan hak-hak bangsa Iran."

Ia juga mengkritik apa yang disebut AS sebagai "blokade laut", dan menyebutnya ilegal, melanggar gencatan senjata, dan mengganggu kebebasan navigasi internasional.

Hormuz: Tertutup untuk Kapal Musuh, Terbuka untuk Kapal Dagang

Baghaei menegaskan bahwa sejak agresi ilegal AS dan Zionis pada 28 Februari 2026, Selat Hormuz telah berada di bawah langkah-langkah khusus Iran.

"Selat Hormuz tertutup untuk kapal musuh dan kapal perang. Namun, kapal dagang tetap melintas dengan koordinasi dengan Iran."

Mengenai pengelolaan selat di masa depan, ia menyatakan bahwa ini adalah masalah yang melibatkan negara-negara pantai: Iran dan Oman.

"Kami berada dalam situasi khusus, dan kami tidak bisa mengabaikan pengalaman ini. Iran dan Oman, sebagai dua negara yang bertanggung jawab, harus mengadopsi mekanisme yang menjaga kepentingan dan keamanan nasional mereka sambil meyakinkan komunitas internasional bahwa pelayaran akan aman."

Nuklir: Bukan Fokus Sekarang

Menjawab pertanyaan tentang masalah nuklir, Baghaei menegaskan bahwa pada tahap ini, fokus Iran adalah mengakhiri perang. "Kami tidak sedang mendiskusikan rincian yang berkaitan dengan pengayaan atau stok uranium Iran yang diperkaya saat ini."

Bahasa 'harus' sudah mati di Iran sejak 1979. Jika Washington masih berpikir bisa memerintah, mereka sedang berhadapan dengan bangsa yang tidak pernah tunduk pada paksaan. Hormuz, yang kini berada di bawah naungan Iran dan Oman, bukan hanya selat, tetapi simbol kedaulatan yang tidak dapat dinegosiasikan. Dunia boleh berteriak, tapi kapal-kapal perang tetap tidak akan lewat, kecuali dengan izin.(Sail)