Kemlu Iran Kecam Diamnya PBB: Lebih dari 300 Jurnalis Mati, Zionis Makin Berani
-
Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
Pars Toda6y - Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menegaskan bahwa pemerintahan AS adalah kaki tangan dan mitra dalam segala kejahatan rezim Zionis di Lebanon dan seluruh kawasan.
Dilansir Tasnim News, 29 Mei 2026, Baghaei mengutuk keras serangan biadab rezim Zionis di Lebanon selatan, timur, dan pinggiran selatan Beirut. Serangan ini mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka, pengungsian ratusan ribu orang, serta penghancuran infrastruktur dan rumah-rumah penduduk.
Ia merujuk pada meningkatnya serangan dan meluasnya agresi ke kota-kota bersejarah Tyre, Nabatiyeh, dan Sidon. Baghaei menyatakan bahwa diam dan ketidakpedulian lembaga-lembaga internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, telah mendorong Zionis untuk terus melakukan kejahatan.
Baghaei juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya jurnalis senior Al-Alam, Hussam Zeidan. Ia mencatat bahwa rezim Zionis telah membunuh lebih dari 300 jurnalis di Palestina dan Lebanon selama tiga tahun terakhir, dan menyerukan komunitas internasional untuk menuntut dan menghukum para penjahat pendudukan atas kejahatan internasional keji mereka.
Baghaei secara eksplisit menunjuk AS sebagai dalang di balik kekacauan di Lebanon. Tuduhan bahwa Washington adalah "mitra" dalam kejahatan perang tidak hanya bersifat retoris, tetapi juga dakwaan hukum. Kecaman ini muncul ketika dunia menyaksikan ketidakmampuan—atau keengganan—DK PBB untuk menghentikan pertumpahan darah.
Washington memasok senjata. Zionis menembakkannya. Korban berjatuhan di Lebanon. Kemlu Iran menyebutnya sebagai 'kemitraan dalam kejahatan'. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB tetap terdiam. Pertanyaan yang menggantung di udara: Berapa banyak lagi jurnalis dan warga sipil yang harus mati sebelum dunia menyebut ini sebagai kejahatan, bukan sebagai 'efek samping yang tidak diinginkan'?(Sail)