Iran Kecam Keras Kekerasan Polisi Belanda terhadap Wanita Hamil Palestina
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190766-iran_kecam_keras_kekerasan_polisi_belanda_terhadap_wanita_hamil_palestina
Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam keras serangan polisi Belanda terhadap istri hamil seorang pria Palestina, dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia, dan menuntut akuntabilitas pejabat Belanda atas tindakan tersebut.
(last modified 2026-06-01T08:40:14+00:00 )
Jun 01, 2026 15:39 Asia/Jakarta
  •  Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam keras serangan polisi Belanda terhadap istri hamil seorang pria Palestina, dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia, dan menuntut akuntabilitas pejabat Belanda atas tindakan tersebut.

Melansir Pars Today dari IRNA, 1 Juni 2026, Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada dini hari Senin (1/6) melalui unggahan klip yang disebarluaskan jaringan televisi Al Jazeera, yang menampilkan seorang petugas polisi Belanda dengan kasar menjatuhkan dan menyeret seorang wanita hamil Palestina di atas tanah, dan menulis:

"Perilaku ini sangat biadab dan tidak dapat dibenarkan. Tidak ada alasan apa pun untuk pembenaran serangan kekerasan polisi terhadap seorang wanita hamil, hanya karena ia ingin tetap berada di samping suaminya yang sedang ditahan."

Baghaei menambahkan, "Pejabat Belanda harus menindaklanjuti pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan ini dan mempertanggungjawabkan para pelakunya. Kekerasan semacam ini merupakan indikasi bias dan diskriminasi sistemik dalam struktur kepolisian negara tersebut."

Pernyataan ini bukan sekadar reaksi emosional. Ia adalah dokumen diplomasi publik: menggabungkan kecaman moral dengan tuntutan prosedural.(Sail)