Trump Ancam Oman: "Bersikap Beda, Aku Ledakkan!"
https://parstoday.ir/id/news/world-i190522-trump_ancam_oman_bersikap_beda_aku_ledakkan!
Pars Today - Presiden AS Donald Trump, melanjutkan kebiasaannya mengancam negara-negara lain, kini menargetkan Oman. Ia memperingatkan bahwa jika Oman bertindak berbeda di Selat Hormuz, negara itu akan "meledak".
(last modified 2026-05-28T08:48:35+00:00 )
May 28, 2026 15:46 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Presiden AS Donald Trump, melanjutkan kebiasaannya mengancam negara-negara lain, kini menargetkan Oman. Ia memperingatkan bahwa jika Oman bertindak berbeda di Selat Hormuz, negara itu akan "meledak".

Dilansir IRNA dari situs Arabi21, 28 Mei 2026, Trump, dalam pernyataannya yang kontradiktif, menyatakan bahwa Selat Hormuz akan terbuka untuk semua, AS akan melindunginya, dan kondisi ini adalah bagian dari negosiasi dengan Iran.

Dalam pidatonya yang tidak biasa, Trump secara eksplisit mengancam Oman, dengan mengatakan bahwa Oman harus berperilaku seperti negara lain, jika tidak, AS akan dipaksa untuk meledakkannya.

Ketika ditanya apakah ia akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memberikan Iran dan Oman kendali atas jalur air vital tersebut, Trump menjawab: "Tidak. Selat Hormuz akan terbuka untuk semua. Ini adalah perairan internasional, dan tidak akan pernah ada yang menguasainya. Kami akan melindunginya, dan ini adalah bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung."

Ancaman terhadap Oman ini menjadikan negara Teluk Persia tersebut sebagai target ke-15 yang diancam atau diserang Trump selama dua masa jabatannya.

Sejauh ini, Trump telah melancarkan serangan udara terhadap tujuh negara: Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman. Ia juga mengancam akan menyerang atau telah menyerang Kanada, Kolombia, Kuba, Greenland (wilayah Denmark), Meksiko, Panama, dan Korea Utara.

Para analis mengaitkan perilaku ini dengan teori "orang gila" (madman theory) , di mana Trump ingin dilihat sebagai sosok yang tidak dapat diprediksi untuk menakuti musuh-musuhnya. Namun, kritikus menilai ini sebagai bukti sifat agresif presiden yang telah menyerang dua negara (Iran dan Venezuela) tahun ini dan sedang mempertimbangkan serangan ketiga ke Kuba.

Daftar panjang negara yang diancam Trump terus bertambah. Kini giliran Oman yang mendapat giliran. Teori "orang gila" mungkin dianggap sebagai strategi, tetapi fakta menunjukkan bahwa ia telah benar-benar menyerang beberapa negara. Dunia kini bertanya-tanya: Siapa berikutnya, dan apakah ancamannya hanya gertakan atau akan benar-benar dijalankan?

Daftar hitam Trump terus bertambah. Dari Iran ke Venezuela, dari Kuba ke Oman. Ia mengancam, ia membom, ia mengaku sebagai 'pembawa perdamaian'. Teori 'orang gila' mungkin terdengar cerdas di buku teks, tetapi di dunia nyata, yang terjadi adalah ketakutan dan penderitaan. Pertanyaannya: sampai kapan dunia akan terus terintimidasi oleh seorang presiden yang tidak bisa mengendalikan amarahnya sendiri?(Sail)