Berlanjutnya Kehadiran Pasukan AS di Irak Ditentukan Baghdad
-
Saad Al Hadithi
Juru Bicara Kantor Perdana Menteri Irak mengumumkan, hingga sekarang keputusan untuk tetap mempertahankan keberadaan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat di Irak, pasca kehancuran kelompok teroris Daesh, belum diambil.
Ashton Carter, Menteri Pertahanan Amerika, Sabtu lalu menekankan pentingnya mempertahankan penempatan pasukan negara itu dan sekutu-sekutunya di Irak.
Carter mengatakan, bahkan jika Daesh di Irak sudah berhasil dikalahkan, Amerika tidak ingin keluar dari negara itu.
Saad Al Hadithi, Juru Bicara Kantor PM Irak, Selasa (6/12) mereaksi statemen Menhan Amerika terkait berlanjutnya kehadiran pasukan negara itu di Irak dan menegaskan, Haider Al Abadi, PM Irak berdasarkan wewenangnya yang akan memutuskan masa depan negara dan keberadaan pasukan negara-negara anggota Koalisi Internasional pimpinan Amerika.
Di saat pasukan gabungan Irak hampir meraih kemenangan atas kelompok teroris Daesh di Mosul, pusat Provinsi Ninawa, Utara Irak, Amerika memutuskan untuk tetap berada di negara itu meski Daesh berhasil dikalahkan.
Amerika dalam dua tahun terakhir mengirim sekitar 5000 tentara ke Irak, yang lebih banyak membantu teroris daripada pasukan pemerintah Baghdad. Di beberapa kota Irak, militer Amerika bahkan menyelamatkan para pemimpin kelompok teroris Daesh dari kematian.
Sumber-sumber media Irak berulang kali melaporkan, jet-jet tempur Amerika ketika bertugas dalam perang melawan Daesh, menerjunkan paket senjata untuk para teroris Daesh di sejumlah wilayah Irak. (HS)