Baghdad: Erdogan Jangan Coba-coba Campuri Urusan Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i36390-baghdad_erdogan_jangan_coba_coba_campuri_urusan_irak
Kantor Perdana Menteri Irak, Kamis (20/4) merilis pernyataan untuk mereaksi statemen tidak berdasar yang dikeluarkan Presiden Turki hari Rabu (19/4) dan meminta Ankara tidak mencampuri urusan dalam negeri Baghdad. Dalam statemennya, Presiden Turki menyudutkan pasukan sukarelawan rakyat Irak, Al Hashd Al Shaabi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 21, 2017 11:14 Asia/Jakarta
  • Haider Al Abadi
    Haider Al Abadi

Kantor Perdana Menteri Irak, Kamis (20/4) merilis pernyataan untuk mereaksi statemen tidak berdasar yang dikeluarkan Presiden Turki hari Rabu (19/4) dan meminta Ankara tidak mencampuri urusan dalam negeri Baghdad. Dalam statemennya, Presiden Turki menyudutkan pasukan sukarelawan rakyat Irak, Al Hashd Al Shaabi.

Fars News (21/4) melaporkan, Kantor PM Irak dalam pernyataannya mengatakan, pasukan Al Hashd Al Shaabi bersama pasukan Irak yang lain berpartisipasi dalam membebaskan wilayah-wilayah Irak yang diduduki kelompok teroris Daesh dan meraih sejumlah kemenangan.

Kantor PM Irak menegaskan, Irak memiliki kedaulatan nasional dan berdasarkan undang-undang dasar negara ini, pasukan Al Hashd Al Shaabi merupakan bagian dari militer Irak.

"Al Hashd Al Shaabi loyal kepada Irak dan rakyatnya, dan tidak patuh pada negara lain manapun selain Irak," katanya.

Kantor Haider Al Abadi, PM Irak juga meminta negara-negara tetangga untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Baghdad dan membantu Irak dalam perang melawan terorisme yang merupakan ancaman bagi kawasan dan dunia.

Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, Rabu (19/4) dalam rangka dukungan untuk teroris, menyebut pasukan Al Hashd Al Shaabi, Irak sebagai organisasi teroris.

Kementerian Luar Negeri Irak langsung melayangkan protes atas statemen Erdogan itu dengan memanggil Duta Besar Turki di Baghdad.

Kelompok teroris Daesh pada tahun 2014 dengan dukungan dana dan militer Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Barat dan Arabnya, termasuk Arab Saudi dan Turki menyerang Irak dan menduduki sejumlah wilayahnya serta melakukan kejahatan mengerikan.

Sejak saat itu sampai sekarang pasukan Irak termasuk Al Hashd Al Shaabi, berhasil merebut kembali sejumlah banyak wilayah yang diduduki Daesh. (HS)