Hak Tetangga
-
Anak-anak
Hak tetangga adalah jagalah hartanya ketika ia tidak ada di rumah.
Hormatilah ketika dia ada. Bagaimanapun juga, bantulah dia. Jangan mencari-cari kejelekan dalam urusan dan kehidupannya. Bila engkau mengetahui keburukan perilakunya, maka sembunyikanlah dan jangan pernah melototi keluarga [kehormatannya]. Bila tiba-tiba engkau melihat keburukan perilakunya, maka sembunyikanlah keburukan itu di dadamu bak benteng yang kuat dan kain tabir yang tebal.
Jangan mendengarkan pembicaraannya secara sembunyi-sembunyi. Jangan biarkan sendirian saat mengalami kesusahan. Jangan hasut padanya. Maafkanlah kesalahannya. Bila ia melakukan kebodohan terhadapmu, maka bersabarlah dan perlakukan dia dengan baik dan damai. Bila seseorang salah dalam menasihatinya dan berpikir buruk tentangnya, maka cegahlah dan perlakukanlah dengan baik.
Hak Saudara
Hak saudara adalah ketahuilah bahwa dia adalah tanganmu dan kekuatanmu. Untuk itu, jangan engkau gunakan dia sebagai senjata untuk bermaksiat kepada Allah atau alat untuk menzalimi hamba-hamba Allah. Bantulah dia di hadapan musuh. Selama dia menaati Allah, mohonkan kebaikan untuknya dan bila ia tidak lagi menaati Allah, maka nilailah bahwa Allah lebih tinggi darinya dan bantulah dia di hadapan dosa, bahwa tidak ada kekuatan sama sekali di hadapan Allah.
Hak Saudara Muslim
Hak saudara muslim adalah mohonkan keselamatan bagi mereka dan kasihanilah mereka. Perlakukan orang-orang yang tidak baik dari mereka dengan toleransi, dengan lembut dan atas keinginan yang baik dan berterima kasihlah atas kebaikan mereka. Bagaimanapun juga, jangan mengganggu mereka. Sukailah untuk mereka apa saja yang engkau sukai dan jangan inginkan untuk mereka apa saja yang tidak engkau inginkan. Anggaplah orang-orang lelaki yang tua sebagai ayahmu sendiri dan orang-orang perempuan tua sebagai ibumu sendiri dan para pemuda sebagai saudaramu sendiri dan anak-anak sebagai anakmu sendiri.
Hak Orang Semajlis
Hak orang semajlis adalah sambutlah dia dengan baik dan ucapkan selamat datang kepadanya. Berlaku adillah dalam pembincangan dengannya. Jangan terbuka hanya dengan sekali melihat. Berbicaralah karena untuk memberitahukan [sesuatu] kepadanya. Perhatikan masalah ini, bila engkau datang ke tempat dia duduk, dan berdekatan dengannya, maka pilihan ada pada dirimu; bila engkau ingin maka engkau bisa bangkit dari tempat itu dan meningalkannya dan bila dia yang mendatangimu, maka pilihan ada padanya dan engkau jangan bangkit dari tempatmu, kecuali dengan izinnya.
Hak Lisan
Hak lisan adalah jangan berbicara dengan kata-kata yang tidak baik. Biasakanlah berbicara dengan kata-kata yang baik. Jangan banyak bicara dan ucapan yang sia-sia, serta pembicaraan yang tidak baik karena bisa membahayakan manusia kecuali ketika darurat dan diperlukan dan demi keuntungan agama dan dunia.
Lisan adalah saksi dan dalilnya akal. Kecantikan spiritual dan jiwa orang yang berakal ada pada akalnya, sebagaimana kecantikan lahiriyah ada pada lisannya. Dan tidak ada kekuatan yang besar seperti kekuatan Allah.
Hak Perut
Hak perut adalah jangan engkau jadikan dia sebagai wadah barang haram baik itu sedikit maupun banyak dan berikan kepadanya barang yang halal secukupnya. Ketahuilah bahwa makan sedikit yang menyebabkan lemahnya sesirang, akan membuat seseorang terhina dan sakit dan makan terlalu kenyang dan hanya memikirkan badan secara berlebihan menyebabkan kebodohan dan bisa mencegah seseorang dari bekerja dan berusaha dan mencari ilmu.
Makan secara berlebihan membuat seseorang mabuk, tidak tahu apa-apa dan bodoh dan bisa menghalangi seseorang untuk menjadi baik dan mulia dan mengeluarkannya dari batas keadilan. Dengan demikian seseorang tidak akan bisa berbuat baik juga tidak akan bisa mencapai kemuliaan.
Hak Telinga
Hak telinga adalah berikan jalan ke hatimu bagi ucapan melalui telinga yang mengajaknya kepada kebaikan atau mewujudkan akhlak yang suci dan baik di dalamnya. Karena hati bak sebuah kota yang masuk ke dalamnya segala macam dari perbuatan baik dan buruk melalui pintu gerbangnya yaitu telinga.
Hak Masyarakat Atas Penguasa
Hak masyarakat atas penguasa adalah ketahuilah bahwa dia adalah pemimpin mereka. Karena ketidakmampuan mereka dan kemampuannya, maka dia wajib memperlakukan mereka dengan adil. Jadilah seperti ayah buat mereka dan memaafkan ketidaktahuan mereka. Jangan tergesa-gesa dalam menghukum mereka dan syukurilah Allah yang telah memberikan kekuatan kepadanya.
Hak Orang Yang Lebih Tua
Hak orang yang lebih tua darimu adalah hormatilah karena usianya. Hargailah karena kasih sayangnya. Jangan berdebat saat berbicang-bincang dengannya. Jangan mendahuluinya saat berjalan. Jangan bersikap buruk padanya. Bersabarlah setiap kali engkau melihat sikapnya yang tidak baik dan jangan singkirkan penghormatannya.
Hak Orang Yang Lebih Muda
Hak orang yang lebih muda darimu adalah, sayangilah dia. Ajarilah apa yang tidak diketahuinya. Maafkanlah bila terjadi kesalahan pada perilakunya. Tutupilah kejelekannya. Perlakukanlah dia dengan lembut dan jangan segan-segan untuk membantunya bila ia membutuhkan bantuan.
Hak Penasihat
Hak penasihatmu adalah jangan engkau tuduh bila ia tidak sependapat denganmu. Bila sependapat denganmu maka bersyukurlah kepada Allah. (Emi Nur Hayati)
Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Sajjad as