PM Irak Kritik Perselisihan Politik Dalam Negeri
-
Haider Al-Abadi
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi menyatakan, perselisihan politik akan membantu musuh dapat melaksanakan aksi-aksi teror di negara ini.
Al-Abadi dalam konferensi pers mingguannya pada Jumat (19/5/2017) di Baghdad, mengkritik pelaksanaan berbagai konferensi tentang masa depan Irak yang digelar sebulan lalu di Jenewa atas inisiatif Amerika Serikat dan juga konferensi di Istanbul yang diprakarsai Turki seraya mengatakan, "Konferensi-konferensi tersebut tidak dapat diterima oleh Irak dan disponsori oleh dinas-dinas intelijen internasional."
Perdana Menteri Irak juga mengucapkan selamat atas berbagai kemenangan terbaru di Mosul dan mengatakan, "Negara ini sekarang sedang dalam tahap akhir perang melawan terorisme, dan operasi Mosul menjadi pelajaran penting yang tidak akan pernah dapat dilupakan bagi kelompok-kelompok teroris."
Operasi pembebasan Mosul dimulai sejak Oktober 2016 dengan partisipasi puluhan ribu pasukan Irak. Mosul timur telah sepenuhnya dibebaskan dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh dan pasukan Irak memulai operasi pembebasan Mosul barat pada Februari 2017 dan operasi tersebut terus berlanjut.(MZ)