Peringatan 40 Hari Syuhada Peristiwa Bulan Dey
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185680-peringatan_40_hari_syuhada_peristiwa_bulan_dey
Pars Today - Upacara peringatan 40 hari syuhada peristiwa keamanan bulan Dey, dengan kehadiran luas dan penuh semangat dari keluarga para syuhada dan berbagai lapisan masyarakat Iran, berlangsung di Musallah Tehran.
(last modified 2026-02-18T13:50:25+00:00 )
Feb 18, 2026 20:47 Asia/Jakarta
  • Peringatan 40 hari Syuhada Dey
    Peringatan 40 hari Syuhada Dey

Pars Today - Upacara peringatan 40 hari syuhada peristiwa keamanan bulan Dey, dengan kehadiran luas dan penuh semangat dari keluarga para syuhada dan berbagai lapisan masyarakat Iran, berlangsung di Musallah Tehran.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Tasnim, jalan-jalan menuju Musallah Tehran, 40 hari setelah peristiwa bulan Dey, menyaksikan kehadiran gelombang masyarakat tanpa henti yang berkumpul untuk mengenang para syuhada. Acara yang digelar pada Selasa malam di area utama Musallah ini menjadi pemandangan loyalitas, keteguhan, dan kebersamaan bangsa Iran dengan keluarga-keluarga yang berduka.

 

Massa yang antusias, sambil membawa bendera-bendera Iran, memasuki area utama Musallah dengan kompak dan satu suara. Di pintu masuk, sebuah papan menarik perhatian, di mana para hadirin menuliskan pesan-pesan mereka. Kalimat-kalimat penuh semangat seperti "Segelintir pasukan ini datang karena cinta pada Pemimpin" dan "Sampai tetes darah terakhir untuk Iran" terpampang di papan tersebut, menunjukkan kedalaman kecintaan masyarakat pada cita-cita Revolusi dan para syuhada.

 

Upacara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan pemutaran lagu kebangsaan Iran. Para hadirin secara serempak meneriakkan yel-yel "Mampus Israel" dan "Mampus Amerika", sekali lagi menyatakan kebencian mereka terhadap kebijakan permusuhan kekuatan arogan global. Kedatangan Mayor Jenderal Ismail Qaani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam, disambut meriah dan yel-yel dukungan dari para hadirin, yang menambah semangat dan suasana tak terlukiskan pada upacara tersebut.

 

Di antara para hadirin, keluarga para syuhada, dengan foto-foto orang tercinta mereka yang telah gugur dalam dekapan, menjadi lambang kesabaran dan ketabahan. Ibu dari Syahid Alireza, dengan foto putra remajanya di tangan, berbicara tentang ketertindasannya. Merujuk pada pembentukan opini musuh terhadap Iran, ia menyatakan, "Akhir-akhir ini saya dengar musuh mengatakan bahwa keluarga korban dipaksa duduk di depan kamera oleh pemerintah. Saya katakan kepada mereka, malam itu, saat kerusuhan, saya sendiri berada di luar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa kejahatan ini tidak mungkin terjadi kecuali dari pihak musuh Iran."

 

Seorang ibu lain yang hadir dalam upacara tersebut, merujuk pada rencana jahat musuh untuk menciptakan ketidakamanan di Iran, menegaskan, "Akhir-akhir ini, sejumlah orang di luar Iran, duduk di luar gelanggang dan menghasut para pemuda di dalam negeri untuk terbunuh. Dunia harus melihat, masyarakat kita yang sebenarnya adalah mereka yang hadir di sini. Bahwa sebagian orang meminta bantuan dari antek seperti Trump, itu sangat lucu."

 

Seorang wanita lain yang hadir dalam upacara ini, merujuk pada campur tangan terbuka pihak asing dalam ketidakamanan baru-baru ini, berkata kepada badan intelijen Barat, "Kepada Mossad dan CIA yang dengan sombongnya memasuki Iran dengan senjata pembunuh anak, saya katakan; kami akan bersama Iran dan di belakang Pemimpin kami sampai tetes darah terakhir." (MF)