Haaretz: Israel Memulai Perang yang Tidak Tahu Bagaimana akan Berakhir
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i186724-haaretz_israel_memulai_perang_yang_tidak_tahu_bagaimana_akan_berakhir
Pars Today – Media Zionis Haaretz mengakui kebingungan pihak pendudukan terkait perang yang dipicu rezim tersebut terhadap Iran.
(last modified 2026-03-12T15:42:13+00:00 )
Mar 12, 2026 22:39 Asia/Jakarta
  • Perang Iran-Israel
    Perang Iran-Israel

Pars Today – Media Zionis Haaretz mengakui kebingungan pihak pendudukan terkait perang yang dipicu rezim tersebut terhadap Iran.

Menurut laporan kantor berita IRNA pada hari Kamis (12/3/2026), media berbahasa Ibrani itu dengan menyinggung agresi Zionis–Amerika terhadap Iran dan Lebanon menulis:

 

“Israel telah memasuki sebuah perang yang alasan dimulainya dan bagaimana akhirnya masih penuh dengan ketidakjelasan.”

 

Haaretz menegaskan:

 

“Kami telah memulai perang yang bahkan tidak kami pahami mengapa dimulai dan bagaimana akan berakhir, dan wajar jika dalam situasi seperti ini kami mengalami kebingungan.”

 

IRNA juga melaporkan bahwa otoritas sensor militer Israel dalam perang ini melakukan upaya luas untuk menyembunyikan dimensi sebenarnya dari kerugian yang terjadi, guna mencegah meningkatnya penentangan di dalam negeri. Langkah ini berbeda dengan perang 12 hari tahun lalu, ketika pembatasan tidak seketat sekarang dan sebagian besar kerugian masih dipublikasikan.

 

Pada saat yang sama, sumber lapangan di wilayah pendudukan mengakui bahwa Iran dalam gelombang serangan terbaru menggunakan rudal generasi baru Khorramshahr dan Sejjil, yang memiliki daya hancur jauh lebih besar dibandingkan rudal sebelumnya. Intensitas serangan disebut begitu besar hingga “telah merampas tidur dari mata orang‑orang Israel.”

 

Menurut sumber-sumber tersebut, di beberapa wilayah satu rudal saja menyebabkan banyak korban tewas dan luka-luka, dan tingkat kerusakan jauh melampaui apa yang dilaporkan media berbahasa Ibrani.

 

Di sisi lain, beberapa sumber Zionis yang mengkritik kinerja sistem pertahanan udara Israel mengatakan bahwa sistem tersebut gagal memberikan keamanan yang memadai bagi para penduduk dan tidak mampu menghadapi gelombang serangan rudal Iran sebagaimana yang diharapkan. Hal ini menimbulkan keraguan serius terhadap klaim Tel Aviv tentang “kerugian yang lebih kecil.”(MF)