Uni Eropa Ingin Bentuk Tim Penasihat Polisi Irak Pasca Daesh
-
Haider al-Abadi
Uni Eropa pasca kekalahan kelompok teroris Daesh di Irak berusaha membentuk sebuah tim konsultasi bagi polisi dan hukum di negara ini.
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi sekitar satu tahun lalu meminta bantuan konsultasi bagi sektor keamanan dan peradilan negara ini kepada Uni Eropa.
Menurut laporan televisi al-Alam, di draf statemen sidang menlu Uni Eropa di Luxemburg disebutkan, menjawab permintaan pejabat Irak, Uni Eropa tengah mengkaji penempatan sebuah tim jasa konsultasi dan bantuan di bidang keamanan dan peradilan di Irak.
Sebuah sumber diplomatik di parlemen Eropa seraya mengisyaratkan kesepakatan 28 anggota Uni Eropa terkait jasa konsultasi kepada polisi dan pengadilan Irak menyatakan, sangat penting diambil langkah-langkah khususnya untuk mereformasi sektor keamanan di Irak guna memperkokoh proses pemberantasan terorisme serta memberikan jasa konsultasi strategis kepada sistem peradilan di negara ini.
Uni Eropa antara tahun 2005-2013 menetapkan misi sipil terdiri dari 60 pengamat untuk melatih jaksa Irak dan hasil dari misi ini memicu percepatan.
Kelompok teroris Daesh di tahun 2014 dengan dukungan finansial dan militer Amerika serta sekutu Barat dan Arabnya menyerang Irak dan menduduki wilayah utara dan barat negara ini. Kini Daesh tengah mengalami kemusnahan di Irak. (MF)