Arab Saudi dan Penyebaran Wabah Kolera di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i40772-arab_saudi_dan_penyebaran_wabah_kolera_di_yaman
Ali Abdullah Saleh, mantan presiden Yaman mengungkapkan bahwa koalisi Arab pimpinan Riyadh menggunakan senjata terlarang internasional dan pemicu penyebaran wabah kolera di negara ini.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Jul 09, 2017 14:29 Asia/Jakarta

Ali Abdullah Saleh, mantan presiden Yaman mengungkapkan bahwa koalisi Arab pimpinan Riyadh menggunakan senjata terlarang internasional dan pemicu penyebaran wabah kolera di negara ini.

Mantan presiden Yaman menekankan, “Kami menentang dukungan Amerika Serikat dan Inggris kepada Koalisi Arab pimpinan Riyadh dalam melawan Yaman. Koalisi ini bersama rezim Zionis Israel aktif membantai anak-anak dan menghancurkan rumah kami.”

Ali Abdullah Saleh yang juga ketua Partai Kongres Nasional menambahkan, Arab Saudi dengan menggunakan senjata destruktif seperti bom cluster dan bom thermobaric dengan daya ledak tinggi telah menimbulkan kerugian besar bagi rakyat Yaman.

Patut dicatat bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu mengkonfirmasikan peningkatan jumlah korban wabah kolera di Yaman mencapai 1500 kasus. Wakil WHO di Yaman saat jumpa pers di Sanaa menyatakan, jumlah kasus mencurigakan yang terjangkit wabah kolera mencapai 246 ribu orang.

Rumah sakit dan balai pengobatan Yaman rusak berat akibat serangan beruntun Arab Saudi. Berlanjutnya agresi Riyadh ke Sanaa dan penghancuran infrastruktur negara ini khususnya sistem pengairan dan air bersih mempercepat merebaknya wabah kolera. Sementara itu, pemerintah Barat khususnya Amerika Serikat terus mengiringi rezim Al Saud dalam melakukan kejahatannya.

Arab Saudi sejak Maret 2015 dengan dukungan pemerintah Barat khususnya Amerika Serikat dan Inggris serta sejumlah negara Arab di kawasan menyerang Yaman. Salah satu tujuan Arab Saudi selama agresinya ke Yaman adalah mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Hadi ke tampuk kekuasaan. Selama itu, Arab Saudi berulang kali menggunakan senjata inkonvensional dan terlarang terhadap warga Yaman.

Hussain al-Bukhaiti, aktivis dan pengamat politik Yaman mengatakan, “Arab Saudi meningkatkan penggunaan senjata terlarang di Yaman.” Terkait kejahatan Saudi terhadap warga Yaman, ia mengungkapkan, “Arab Saudi juga melanjutkan serangan udaranya ke Yaman dengan menggunakan senjata terlarang.”

Seiring dengan berlarut-larutnya perang Yaman dan ketidakmampuan Al Saud beserta sekutunya meraih kemenangan cepat di Yaman dalam menghadapi tekad kuat pasukan negara miskin Arab ini melawan kejahatan Arab Saudi, mendorong rezim Al Saud selama beberapa bulan terakhir semakin gencar mencantumkan penggunaan senjata terlarang di agendanya. Padahal berdasarkan konevensi internasional, penggunaan senjata seperti ini dilarang keras.

Penggunaan secara besar-besaran bom terlarang dan inkonvensional seperti bom tandan, fosfor dan senjata biologi oleh Arab Saudi menciptakan dimensi mengerikan dari kejahatan Riyadh di Yaman serta mengubah berbagai kawasan di negara ini menjadi lokasi uji coba senjata hadiah Barat kepada rezim Al Saud.

Negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat dan Inggris dengan mengirim peralatan logistik perang serta senjata inkonvensional kepada Arab Saudi membuat perang sadis terhadap rakyat Yaman kian brutal.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika dan Ingrgis tidak segan-segan melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Yaman dan penggunaan senjata terlarang dimaksudkan untuk membantai warga lebih besar dan meningkatkan kerusakan di negara ini.

Arab Saudi ketika melanjutkan kejahatannya terhadap warga Yaman, Riyadh dengan dukungan pemerintah Barat berhasil memperpanjang keanggotaannya di Dewan HAM PBB untuk satu periode lagi. Hal ini menunjukkan lampu hijau PBB kepada Arab Saudi untuk meningkatkan kejahatannya. (MF)