Mengenal Sosok Ketua Baru Aliansi Nasional Irak
Nouri al-Maliki, mantan perdana menteri dan wakil presiden Irak saat ini terpilih sebagai ketua baru Aliansi Nasional Irak.
Ahmad Kanani, anggota koalisi negara hukum Selasa (3/10) mengatakan, koalisi negara hukum memilih Nouri al-Maliki sebegai ketua baru Aliansi Nasional berdasarkan wewenang komisi koalisi negara hukum di aliansi ini dan berdasarkan kesepakatan yang diraih antar komisi politik.
Sebelumnya ketua Aliansi Nasional Irak dipegang Sayid Ammar Hakim. Sayid Ammar yang memegang kepemimpinan aliansi ini sejak September 2016, pada April 2017 menuntut pemilihan ketua baru. Aliansi Nasional Irak terdiri dari berbagaikubu yang mayoritasnya kelompok Syiah dan dibentuk pada Agustus 2009. Aliansi ini memegang suara mayoritas di fraksi parlemen. Di tubuh Aliansi Nasional, Koalisi Negara Hukum pimpinan Maliki merupakan fraksi terbesar.
Sepertinya, penunjukan Maliki sebagai ketua baru aliansi berkaitan dengan pengaruh pemilu parlemen mendatang dan pengunduran diri Sayid Ammar Hakim dari ketua Majelis Tinggi Islam Irak.
Rencananya pemilu parlemen Irak digelar awal tahun 2018. Di pemilu sebelumnya pada Mei 2014, Koalisi Negara Hukum berhasil meraih kursi mayoritas di parlemen. Sepertinya koalisi negara hukum sebagai kubu terbesar di aliansi nasional berencana mengulang prestasi tahun 2014 di pemilu tahun 2018 mendatang.
Perolehan kursi mayoritas di parlemen oleh koalisi negara hukum dapat meningkatkan peluang Maliki untuk menduduki posisi perdana menteri. Di sisi lain, beredar desas desus terkait friksi antara kubu politik Syiah di bawah Aliansi Nasional Irak.
Meski Sayid Ammar Hakim menjabat ketua aliansi selama satu tahun, namun pengunduran dirinya dari tampuk kekuasaan Majelis Tinggi Islam Irak dan pembentukan partai baru Hikmah yang tidak tercatat di bawah payung aliansi nasional, juga berpengaruh pada pemilihan Maliki sebagai ketua baru aliansi.
Isu ini sangat penting dari sisi Nouri al-Maliki dengan wawasan mendalamnya akan kondisi kelompok Syiah serta mengingat kemampuannya mengelola politik yang diraihnya selama dua periode perdana menteri dapat mencegah perpecahan di tubuh kubu Syiah di bawah payung Aliansi Nasional Irak.
Nouri al-Maliki tercatat sebagai ketua Aliansi Nasional Irak ketiga. Jabatan ketua pertama dipegang oleh Ibrahim al-Jaafari yang menjabat dari tahun 2009 hingga 2016, untuk masa jabatan tujuh tahun. Dan jabatan kedua dipegang oleh Sayid Ammar Hakim yang hanya menjabat selama satu tahun sebelum mengundurkan diri. (MF)