Setelah batas waktu ultimatum pemerintah Irak terhadap Peshmerga berakhir, militer Irak dilaporkan berhasil menguasai sejumlah wilayah di Kirkuk tanpa pertumpahan darah. Bahkan gubernur Kirkuk dilaporkan melarikan diri dan sejumlah pasukan Peshmerga menyerahkan diri.