Pejabat Damaskus Peringatkan Makar Baru AS di Utara Suriah
-
kondisi kota Raqqa
Penasehat Perdana Menteri Suriah memperingatkan makar baru Amerika Serikat untuk menyusup ke wilayah utara Suriah.
Abdul Qadir Azwar, penasehat PM Suriah, pada Senin (30/10/2017) dalam wawancaranya dengan kantor berita Tasnim News, menyinggung upaya Amerika Serikat untuk menggantikan posisi milisi Kurdi dengan anasir teroris Daesh dan mengatakan, tujuan Amerika Serikat memasuki wilayah Raqqa adalah untuk meninggalkan jejaknya di utara Suriah daam rangka menggulirkan 'operasi tawar-menawar dan kompromi' demi kepentingan dan dikte politik Washington.
Menyinggung berbagai langkah Amerika Serikat untuk menggelontorkan investasi finansial dan intervensi dalam urusan Suriah dengan alasan rekonstruksi dan kemanusiaan, Azwar mengatakan, Amerika Serikat dengan memasukkan anasir regional dan lokal ke dalam kubangan krisis perang saat ini di Suriah, sedang mengejar kepentingan-kepentingan ekonominya.
Pejabat Suriah ini juga berbicara soal kerusakan yang diakibatkan operasi koalisi militer pimpinan Amerika Serikat di Suriah dan mengatakan, rekonstruksi Raqqa sangat tidak penting bagi Amerika Serikat, dan bahwa pengerahan pasukannya ke kota itu mengindikasikan keinginan AS untuk menghancurkan seluruh jejak Raqqa.
Kementerian Luar Negeri Suriah sebelumnya menyinggung penghancuran lebih dari 90 persen kota Raqqa oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Azwar mengatakan, demi tujuan infiltrasi, mereka mengijinkan para teroris Daesh keluar dari kota tersebut dan merelokasi mereka ke wilayah lain di Suriah untuk berperang melawan militer pemerintah.
Pada tanggal 17 Oktober, pasukan milisi Kurdi yang didukung Amerika Serikat, menyatakan telah membebaskan Raqqa dari pendudukan Daesh.(MZ)