Sejak Agresi Yaman, Saudi Borong Senjata dari Inggris
-
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bertemu Perdana Menteri Inggris Theresa May di Riyadh.
Surat kabar The Independent mengungkapkan temuan baru tentang dukungan Inggris terhadap kejahatan Arab Saudi dalam membantai rakyat Yaman.
"Penjualan bom dan rudal buatan Inggris ke Arab Saudi sejak dimulainya kampanye berdarah di Yaman, meningkat hampir 500 persen," tulis The Independent pada Rabu (8/11/2017).
Inggris mengirim senjata ke Arab Saudi senilai lebih dari 4,6 miliar pound dalam dua tahun pertama serangan ke Yaman.
London meningkatkan penjualan meskipun ada bukti bahwa senjata buatan Inggris dipakai untuk membom daerah-daerah sipil, termasuk gedung sekolah, rumah sakit dan pesta perkawinan.
"Bom buatan Inggris ditemukan di lokasi pemboman yang dianggap melanggar hukum internasional, tapi London terus memberikan dukungan politik dan material untuk serangan Riyadh," tambahnya.
Selain menjual senjata dan peralatan militer, Inggris juga menyediakan pelatihan kepada pasukan Saudi.
Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat dan beberapa negara lain, telah menyerang Yaman sejak Maret 2015, dan sekaligus mengepung negara tersebut dari darat, laut dan udara.
Agresi Saudi telah membunuh dan melukai puluhan ribu orang Yaman dan membuat negara itu kekurangan pangan, obat-obatan dan penyebaran wabah kolera. (RM)