ICRC: Karena Blokade, Nyawa Jutaan Warga Yaman Terancam
-
Penyebaran Kolera di Yaman.
Ketua Kantor Perwakilan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Yaman memperingatkan kelanjutan blokade negara ini dan terancamnya nyawa jutaan warga Yaman.
Situs berita el-Nashra Lebanon menyebutkan, Alexander Witt, Ketua Kantor Perwakilan ICRC di Yaman dalam sebuah pernyataan, menuntut pencabutan segera blokade Yaman.
Ia mengatakan, impor bahan bakar dan kebutuhan dasar lainnya telah berhenti dalam10 hari lalu, di mana hal ini menyebabkan terputusnya air bersih di tiga kota di Yaman.
"Pemutusan air di Yaman akan menyebabkan resiko wabah baru penyakit kolera yang mengancam sedikitnya satu juta warga Yaman," imbuhnya.
Saat ini, sekitar satu juta orang di Taiz di barat daya Yaman, Saada di utara dan al-Hudaydah di Yaman barat menghadapi kekurangan air bersih.
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga sekarang sedikitnya 2.200 warga Yaman tewas karena wabah kolera dan lebih dari 870.000 lainnya juga sedang menderita penyakit ini.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak Maret 2015. Invasi militer ini hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 15.300 warga Yaman, terutama anak-anak dan perempuan.
Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman juga telah memporak-porandakan infrastruktur vital Yaman seperti rumah sakit, sekolah dan fasilitas publik lainnya. Sementara blokade darat, laut dan udara oleh pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini.
Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman juga mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. (RA)