Bentrok dengan Aparat Zionis, Empat Warga Palestina Gugur Syahid
-
Bentrokan di Palestina.
Tepi Barat, al-Quds dan Jalur Gaza menjadi ajang bentrokan sengit antara pengunjuk rasa Palestina dan aparat keamanan rezim Zionis Israel. Warga Palestina turun ke jalan-jalan untuk memprotes keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel.
Seperti dilansir IRNA, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan, bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan Zionis dari hari Kamis hingga Minggu malam, 7-10 Desember 2017 telah menyebabkan empat warga Palestina gugur syahid dan 1.632 lainnya terluka.
Aparat keamanan Israel pada Senin (11/12/2017) dini hari menyerbu bebeberapa daerah di Tepi Barat. Pasca serangan terhadap warga Palestina di kota Nablus, bentrokan antara para pemuda Palestina dan pasukan penjajah al-Quds berlanjut.
Pasukan keamanan rezim Zionis juga menangkap Khader Adnan, anggota senior Gerakan Jihad Islam Palestina.
Seorang wakil Gerakan Fatah di Dewan Legislatif Palestina juga ditangkap aparat keamanan Israel di jalan Salahuddin, al-Quds pendudukan pada hari Minggu.
Donald Trump, Presiden AS pada 6 Desember 2017 mengambil langkah sepihak dan mengumumkan bahwa al-Quds adalah ibukota rezim Israel. Ia juga menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds.
Organisasi-organisasi internasional dan berbagai negara dunia menilai langkah Trump tersebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan resolusi-resolusi internasional.
Baitul Maqdis yang di dalamnya terdapat Masjid al-Aqsa, Kiblat Pertama Umat Islam adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Palestina and salah satu dari tiga tempat suci Islam yang terpenting. (RA)